Lilin Kenangan dipersembahkan untuk:
"sahabat ODHA, jangan pernah putus asa tetap bersemangat menjalani hidup !
tidak perlu malu dengan orang disekitar, kuat kan lah diri mu.
masih banyak orang yang perduli dan sayang pada mu...
NEVER GIVE UP !!!" oleh: bone seno
Banten
Urutkan berdasarkan: Judul (A\D) Tanggal (A\D) Nilai (A\D) Popularitas (A\D) Saat ini ditampilkan menurut: Judul (Z - A)
Tools for HIV Counselling for the Asia-Pacific Deskripsi: The urgent need to help more adults and children, especially in vulnerable, marginalized communities, find out their HIV status and receive treatment is beyond question. But HIV testing–whether client- or provider-initiated–is more than simply uncovering HIV cases. The quality of counselling and respect for the right to opt out of testing, as well as support measures for coping with the results, are just as important. Counselling, before or after testing, should increase knowledge of HIV prevention and enhance primary health care and positive prevention, as well as curative care when positive status is confirmed. The quality of counselling also shows itself in the quality of referrals, follow-ups, treatment adherence, and care, including nutritional, psychosocial and medical support, such as cotrimoxazole prophylaxis, to sustain the well-being of adults and children living with HIV.
This comprehensive HIV counsellors resource package answers the pressing need to improve the quality of counselling as countries step up their drive to contain the AIDS epidemic. Prepared over two years by WHO and UNICEF with technical assistance from the Family Health International Asia-Pacific Regional Office, it is designed to equip trainers, counsellors in training, and working counsellors in the Asia Pacific Region with essential skills and knowledge to deliver high-quality HIV testing and counselling services in a range of approaches and settings. The HIV counsellors handbook, trainer’s session plans, participatory learning activities, and HIV counsellor toolkit found here were updated from the Voluntary HIV Counselling and Testing Manual for Training of Trainers (2004) prepared jointly by the WHO South-East Asia Regional Office and the UNICEF East Asia and the Pacific Regional Office. Ukuran file: 0 bytes Dimasukkan: 13-Oct-2010 Downloand: 25
Tes dan Konseling HIV Terintegrasi di Sarana Kesehatan (PITC), Pedoman Penerapan Deskripsi: Pengobatan dengan ARV di Indonesia yang didukung oleh dana pemerintah sejak tahun 2005 telah berhasil menurunkan kematian ODHAdari 46% pada tahun 2006 menjadi 17% pada tahun 2008. Jelas bahwa upaya percepatan perluasan cakupan pengobatan dengan pendekatan kesehatan masyarakat telah memberikan dampak pada peningkatan kualitas hidup ODHA. Tetapi sebagian masih belum terjangkau oleh pengobatan tersebut. Tantangan yang dihadapi antara lain adalah masih rendahnya cakupan orang yang mengetahui status HIV-nya, sehingga menghambat upaya untuk meningkatkan akses terhadap layanan pencegahan maupun pengobatan. Oleh karenanya layanan yang memfasilitasi ODHA untuk mengetahui status infeksinya harus terus ditingkatkan, diantaranya adalah dengan konseling dan testing HIV atas prakarsa petugas kesehatan /PITC pada pasien yang datang ke rumah sakit dengan gejala dan tanda klinis terkait dengan HIV.
Pedoman ini disusun melalui adaptasi dari pedoman PITC WHO, dan kontribusi IDIuntuk memberikan panduan bagi petugas kesehatan dalam memberikan layanan konseling dan testing HIV. Prinsip pelaksanaan harus tetap menjunjung tinggi azas “3 C” yaitu dengan mendapatkan pesetujuan pasien (informed consent), menjaga konfidensialitas (confidentiality), dan disertai dengan konseling pasca tes yang memadai (counseling), dan tidak terjebak ke dalam tes HIV mandatory. Ukuran file: 0 bytes Dimasukkan: 13-Oct-2010 Downloand: 86
Tes dan Konseling HIV Terintegrasi di Sarana Kesehatan (PITC), Modul bagi Peserta Deskripsi: Perlu disadari bahwa apabila seseorang yang datang ke sarana layanan kesehatan menunjukkan adanya gejala yang mengarah ke maka tanggung jawab dari petugas kesehatan adalah menawarkan tes dan konseling HIV kepada pasien tersebut.Ini bagian dari tatalakasana klinis guna memberikan kesempatan ODHAuntuk memanfaatkan layanan kesehatan yang memadai. Namun mengingat besarnya kecenderungan akan terjadinya pemaksaan dalam tes-sehubungan PITC yang akan memberikan dampak negatif pada pasien maka perlu pelatihan dan bimbingan, pemantauan dan evaluasi yang memadai dari penerapan PITC dan program konseling di sarana kesehatan
Modul pelatihan yang disusun berdasarkan buku pedoman penerapan tes dan konseling HIV Kementerian Kesehatan RIsarana bantu penerapannya dan dimaksudkan untuk digunakan dalam pelatihan bagi petugas yang terkait di sarana kesehatan. Ukuran file: 0 bytes Dimasukkan: 13-Oct-2010 Downloand: 97