Lilin Kenangan dipersembahkan untuk:
"saudaraku yang terpuruk dalam keputus asaan karena hiv dan aids, percacalah, kamu tidak sendiri, karena masih ada kita-kita yang hidup dalam kepedulian kepada sesama. Tetaplah tegar menatap hari esok dengan penuh optimisme bahwa penderitaan kalian adalah sumber hidup bagi anak dan cucu kita kelak. " oleh: Charles Padang
Papua
MOJOKERTO | SURYA Online - Kota Mojokerto termasuk kota terbanyak ke enam di Jawa Timur (Jatim) dengan penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Sesuai dengan data Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, sampai Mei 2009 tercatat jumlah penderita HIV mencapai 120 orang, kata Manajer Kasus “voluntary consulting testing” (VCT) Kota Mojokerto, Eko Budiono saat dikonfirmasi di Mojokerto, Senin (1/6).
Menurutnya, secara nasional jumlah penderita HIV di Jatim masuk peringkat ketiga setelah DKI Jakarta dan Papua. Sebelumnya, Jatim menduduki peringkat 4. Sementara di Kota Mojokerto sendiri masuk peringkat ke enam di Jawa Timur setelah Surabaya, Banyuwangi, Malang, Tulungagung dan Sidoarjo.
Eko menambahkan, fenomena penderita HIV ini tak ubahnya seperti “gunung es”. Kalau sekarang di Kota Mojokerto ditemukan 120 penderita, ini berarti masih ada ribuan penderita yang belum terdeteksi.
Pengidap HIV ini, rata-rata banyak ditemukan pada pecandu narkoba yang menggunakan media jarum suntik.
“Kelompok terbesar mudah terjangkit virus HIV ini adalah pecandu yang menggunakan jarum suntik. Selain itu, juga pada seseorang yang sering ganti-ganti pasangan pada saat melakukan hubungan intim,” katanya.
Kecenderungan kelompok yang memiliki resiko tinggi tertular virus HIV adalah melalui hubungan seks, semakin meningkat.
“Dalam satu kawasan lokalisasi di Mojokerto terbukti bahwa dari sekian banyak PSK, 13 di antaranya mengidap AIDS,” ungkap Eko.
Ia juga mengatakan, meningkatnya jumlah penderita HIV ini juga disebabkan banyaknya penderita baru. Mereka merupakan generasi muda yang usianya rata-rata di bawah 30 tahun atau masih dalam usia produktif. Bahkan beberapa di antaranya masih berusia 25 tahun.
Eko berharap, agar masalah narkoba harus dijauhkan dari generasi muda termasuk HIV. Dengan demikian HIV dapat dihindari dan tidak menyerang mereka. ant