Lilin Kenangan dipersembahkan untuk:
"saudaraku yang terpuruk dalam keputus asaan karena hiv dan aids, percacalah, kamu tidak sendiri, karena masih ada kita-kita yang hidup dalam kepedulian kepada sesama. Tetaplah tegar menatap hari esok dengan penuh optimisme bahwa penderitaan kalian adalah sumber hidup bagi anak dan cucu kita kelak. " oleh: Charles Padang
Papua
Saat ini ada 60 tamu, 0 anggota dan Hari ini dikunjungi oleh 184 tamu/anggota
Pengunjung
Site ini telah dikunjungi 5114213 kali sejak August 2006
Donation & Report
Dukungan
Power by
Topik: HIV/AIDS Kliping: 68 Pengidap HIV/AIDS di Sumsel Meninggal Dipublikasi pada Wednesday, 03 June 2009 oleh administrator
Koran SINDO, 03 Juni 2009
PALEMBANG(SI) – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Sumsel melansir jumlah kasus HIV/ AIDS di Sumsel semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Berdasarkan data Maret 2009 pengidap HIV sebanyak 437 kasus,AIDS sebanyak 192 kasus yang tersebar di 13 kabupaten/kota.Dan di antaranya 68 orang telah dinyatakan meninggal dunia. Ketua KPA Provinsi Sumsel H Eddy Yusuf yang juga Wakil Gubernur Sumsel mengatakan, epidemi HIV/AIDS setiap tahunnya meningkat.
Penderitanya didominasi usia produktif. Menurutnya, kasus tertinggi HIV plus di usia 20-29 sebanyak 286 kasus, dan usia 30-39 tahun ada 105 kasus. Sedangkan kasus AIDS tertinggi di usia 20-29 sebanyak 101 kasus, usia 30-39 tahun ada 65 kasus. Usia 40-49 tahun ada 13 kasus.“Dari total itu penderitanya 80,73% lakilaki dan 19,27% wanita.Dan paling banyak dari usia produktif,” ungkap Eddy saat menerima Sekretaris KPA Nasional di Kantor Gubernur, Selasa (2/6) kemarin.
Eddy menuturkan,dengan datasementaraitu,kasusHIV/ AIDS di Sumsel sudah mengkhawatirkan. Dengan begitu, pihaknya bekerjasama dengan departemen terkait dan KPA Nasional memberikan perhatian penuh khususnya dalam upaya pencegahan. Saat ini KPA Nasional de-ngan Pemprov Sumsel melakukan MoU berupa dukungan dana dari Global Fund (GF ATM) Ronde 8 untuk KPA Prov Sumsel dan 4 kabupaten/kota.
Dana dikucurkan bertahap. Tahap pertama periode 2009-2011 sebesar Rp10,6 miliar,terdiri dari area 4 kabupaten /kota yakni Palembang, Ogan Komering Ilir (OKI), Prabumulih dan Banyuasin. Sedangkan tahap dua akan dilakukan pada tahun 2011-2014. “Bantuan ini juga merupakan sosialisasi progam penanggulangan HIV/AIDS dukungan GF ATM Ronde 8 pada 12-15 Mei 2009 di Batam,”tandasnya.
Sementara itu,Sekretaris KPA Nasional,Dr Nafsiah Mboi mengatakan, berdasarkan hasil GF ATM di Batam pertengahan Mei lalu bantuan dana untuk penanggulangan HIV/AIDS pada tahap pertama sebesar USD39 juta atau sekitar Rp439 miliar. Dana itu disebar untuk empat provinsi,yakni provinsi Sumatera Utara Rp12,1 miliar,Sumsel Rp10,6 miliar,Riau Rp12,6 miliar dan Kepulauan Riau Rp10,2 miliar.
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menuturkan, fenomena HIV/ AIDS di Sumsel diibaratkan seperti gunung es. Memperlihatkan puncaknya dan di bawahnya lebih banyak lagi. Untuk itu, Alex yakin kalau kasus HIV/AIDS bisa lebih dari data yang diperoleh. Untuk itu, dia mengimbau masyarakat Sumsel menghindari risiko tertularnya penyakit itu.
Salah satunya dengan melakukan seks hanya dengan pasangan sendiri. “Jangan gunakan jarum suntik dan hindari narkoba. Karena ini akan lebih efektif. Pengguna narkoba rentan tertular HIV/AIDS,”papar Alex. Meningkatnya jumlah kasus HIV/AIDS juga benarkan Ketua Pelaksana Harian BNK Palembang Zailani UD. Menurutnya, sejak 1996-2008 sampai Maret pengidapnya mencapai 348 orang.
Untuk laki-laki 208 orang dan wanita 140 orang. Penderitanya rata-rata berumur 15-44 tahun. Sedangkan pengidap AIDS sejak tahun 1994-2008 mencapai 136 orang yang banyak dialami laki-laki sebanyak 114 orang dan wanita 22 orang. Bahkan dari data hingga Maret 2008 jumlah penderita yang meninggal mencapai 24 orang.
Terdiri dari laki-laki 19 orang dan perempuan 5 orang. ”Sebanyak 53% penderitannya dari pengguna narkoba melalu alat suntik. Selebihnya dari hubungan seks menyimpang dan berganti-ganti pasangan,” bebernya. (siera syailendra)