Lilin Kenangan dipersembahkan untuk:
"saudaraku yang terpuruk dalam keputus asaan karena hiv dan aids, percacalah, kamu tidak sendiri, karena masih ada kita-kita yang hidup dalam kepedulian kepada sesama. Tetaplah tegar menatap hari esok dengan penuh optimisme bahwa penderitaan kalian adalah sumber hidup bagi anak dan cucu kita kelak. " oleh: Charles Padang
Papua
Saat ini ada 59 tamu, 0 anggota dan Hari ini dikunjungi oleh 194 tamu/anggota
Pengunjung
Site ini telah dikunjungi 5114401 kali sejak August 2006
Donation & Report
Dukungan
Power by
Topik: HIV/AIDS Kliping: Lelaki Penyuka Seks Komersial Tak Suka Kondom Dipublikasi pada Wednesday, 03 June 2009 oleh administrator
Tempointeraktif, 03 Juni 2009
TEMPO Interaktif, Jakarta: Evaluasi Komisi Nasional AIDS Indonesia menunjukkan hanya 35 persen lelaki penyuka seks komersial yang memakai kondom. "Kalau yang makai kondom secara konsisten 60 persen saja, angka kasus baru AIDS akibat seks komersial akan turun drastis," papar Sekretaris Komisi Nasional AIDS Nafsiah Mboi di Menara Eksekutif Jakarta Rabu (3/6)
Lelaki pemakai seks komersial di Indonesia diakuinya tidak menyukai memakai kondom. Padahal 50 juta wanita di Asia yang terinfeksi HIV berasal dari suaminya yang suka menjalani seks komersial. Tapi Nafsiah mencatat penggunaan kondom diantara pekerja seks komersial berdasarkan data Integrated Biological Behavioral Surveillance (IBBS), mengalami peningkatan dari 25 persen (2002) menjadi 34,8 persen (2007). Menurutnya ini kemajuan yang bagus, meski kuncinya ada di kesediaan pihak laki-laki untuk memakai kondom.
Jumlah penderita AIDS di Indonesia, jelas Nafsiah, didominasi dari penularan lewat seks dan penggunaan bersama jarum suntik. Sebaran kasusnya tidak merata. Ia mencontohkan, di Surabaya 48 persen HIV didominasi dari pengguna jarum suntik bersama, sedangkan di Sorong (Papua), 22 persen penderita HIV justru pada Pekerja Seks Komersial Perempuan . "Ini menunjukkan tiap daerah karakteristik penularan AIDS-nya tidak sama," imbuhnya.