Lilin Kenangan dipersembahkan untuk:
"The only of fighting HIV-AIDS is through prevention, the only prevention is through education, Be Strong ODHA and OHIDA Keep The Promise..." oleh: abay aesculapiano
Sumatera Barat
Saat ini ada 49 tamu, 0 anggota dan Hari ini dikunjungi oleh 913 tamu/anggota
Pengunjung
Site ini telah dikunjungi 5331767 kali sejak August 2006
Donation & Report
Dukungan
Power by
Topik: HIV/AIDS Kliping: Indonesia masuki episode terakhir HIV/AIDS Dipublikasi pada Wednesday, 11 November 2009 oleh administrator
Waspada Online, 10 Nopember 2009
BANDA ACEH - Indonesia dinilai sudah sampai pada episode terakhir HIV/AIDS karena kelompok paling rentan yaitu ibu rumah tangga dan bayi saat ini sudah terpapar virus tersebut.
"Ibu rumah tangga dan bayi sudah termasuk populasi risiko yang rentan yaitu sebanyak lima persen sudah menderita HIV/AIDS," kata aktivis AIDS, Baby Jim Aditya, di Banda Aceh, tadi pagi.
Disebutkan, pada 2005 hanya sekitar satu persen HVI/AIDS pada ibu rumah tangga dan bayi. Selama ini penyebaran HIV/AIDS dipahami masyarakat hanya pada kelompok risiko tinggi yaitu kelompok homoseksual, pekerja seks dan orang yang berganti-ganti pasangan.
Pada kenyataannya, penderita HIV/AIDS lebih besar dari kelompok heteroseks, lelaki heteroseks yang juga melakukan hubungan seksual dengan lelaki, pasangan seks dari pekerja seks, istri dari langganan Pekerja Seks Komersial (PSK), pecandu narkotika suntik, pasangan suntik dari pecandu, pasangan seks tetap atau tidak tetap dari pecandu.
Sedangkan kelompok risiko rendah yang sangat rentan yaitu istri yang tidak mengetahui riwayat seksual atau narkoba pasangannya serta bayi yang lahir dari pasangan perisiko HIV/AIDS.
"Jika diinterpretasikan melalui data, misalnya 30 pecandu narkoba suntik, dipastikan memakai jarum suntik secara bersama-sama sedikitnya dengan dua pecandu lainnya sehingga ada 60 orang yang terpapar kemungkinan HIV/AIDS," katanya.
Dijelaskan, kemungkinan ke-60 orang tersebut juga melakukan hubungan seksual dengan pasangannya dan pasangannya akan menularkan ke bayi sehingga bisa dibayangkan berapa orang yang menjadi korban.
Seseorang baru diketahui positif HIV/AIDS setelah mendapatkan gejala-gejalanya yaitu pada lima hingga sepuluh tahun kemudian.
"Memang sangat miris, data yang ada saat ini hanya berupa angka sebab HIV/AIDS seperti fenomena gunung es yang tidak kelihatan angka sesungguhnya dibaliknya," tambahnya.
HIV/AIDS dapat ditularkan melalui empat cairan tubuh yaitu lewat darah yang sudah terinfeksi, cairan sperma dan vagina serta air susu ibu (ASI). Diperkirakan 12.19 juta orang Indonesia terinfeksi HIV akibat perilaku seksual.
Untuk itu yang paling utama dilakukan adalah perubahan perilaku dan menghargai otoritas terhadap diri sendiri. "Yang perlu dilakukan perubahan perilaku melalui kurikulum, sedikit demi sedikit dan butuh waktu lama," katanya. (dat06/ann)