Lilin Kenangan dipersembahkan untuk:
"The only of fighting HIV-AIDS is through prevention, the only prevention is through education, Be Strong ODHA and OHIDA Keep The Promise..." oleh: abay aesculapiano
Sumatera Barat
Saat ini ada 53 tamu, 0 anggota dan Hari ini dikunjungi oleh 888 tamu/anggota
Pengunjung
Site ini telah dikunjungi 5331403 kali sejak August 2006
Donation & Report
Dukungan
Power by
Topik: HIV/AIDS Kliping: Takut HIV/AIDS, Puluhan PSK Cek Darah Gratis Dipublikasi pada Thursday, 30 August 2007 oleh gambit
Okezone.com, 22 Agustus 2007
BANYUMAS - Sebanyak 20 pekerja seks komersial (PSK) Gang Sadar Baturraden, Banyumas, Jateng, melakukan cek darah gratis, karena takut tertular HIV/AIDS, Rabu (22/8/2007).
Pengambilan cek darah ini difasilitasi oleh Voluntary Conseling and Testing (VCT) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Banyumas dan LSM pendamping orang dengan HIV/AIDS (ODHA), LPPSLH Purwokerto.
Cek darah sempat terhenti selama beberapa bulan karena lembaga donor Global Fund cabut dari Indonesia. Padahal, Global Fund sempat menjanjikan memberikan bantuan Rp25 juta untuk tiga bulan bagi pemeriksaan lokalisasi yang dihuni sekitar 150 PSK tersebut.
Saat cek darah terhenti, beberapa PSK mengaku panik. Tak heran, pada acara itu, para PSK tampak antusias. Mereka sadar, pekerjaan yang dijalaninya itu sangat rentan terjangkit HIV/AIDS maupun penyakit infeksi menular seksual (IMS).
''Beberapa waktu lalu kami sempat panik karena tidak ada periksaan rutin. Mau keluar ke Pukesmas atau rumah sakit kadang-kadang malu. Apalagi kalau ramai-ramai,'' ujar Neni (23), seorang PSK asal Ciamis, Jawa Barat, di sela-sela pengambilan sempel darah.
Menurutnya, cek kesehatan demi keamanan diri. Dia sadar, tidak ada yang bisa menjamin kesehatannya kalau tidak dimulai dari diri sendiri.
''Bahkan pelanggan sebelum berhubungan tetap kami sarankan pakai kondom. Kalau tidak mau ya kami juga menolak. Ini juga pesan dari pihak sini (pengelola GS),'' imbuhnya.
Upaya memberikan kenyamanan kesehatan bagi penghuni GS, juga dilakukan oleh pihak pengelola dari Paguyuban Pager Tepi. Hari Utoyo selaku ketua paguyuban menuturkan, pihaknya juga sudah merangkul kerjasama dengan berbagai LSM dan penyandang dana dari luar negeri maupun dinas terkait.
''Pemeriksaan sempat terhenti karena lembaga donor Global Fund sudah selesai. Padahal dulu mereka sempat menjanjikan mau memberi suntikan dana sekitar 25 juta/tiga bulan. Tapi nyatanya juga tidak jalan,'' katanya. (ridwan anshori/Sindo/uky)