Lilin Kenangan dipersembahkan untuk:
"The only of fighting HIV-AIDS is through prevention, the only prevention is through education, Be Strong ODHA and OHIDA Keep The Promise..." oleh: abay aesculapiano
Sumatera Barat
Saat ini ada 50 tamu, 0 anggota dan Hari ini dikunjungi oleh 892 tamu/anggota
Pengunjung
Site ini telah dikunjungi 5331442 kali sejak August 2006
Donation & Report
Dukungan
Power by
Topik: HIV/AIDS Gagasan: SIAPKAH KITA KAMPANYE KONDOM? Dipublikasi pada Tuesday, 23 October 2007 oleh administrator
Masih ingatkah beberapa tahun yang lalu, kampanye kondom di media massa dihentikan secara mendadak sebelum waktunya? Umar Fahmi (DirJen P2M DepKes) dan Haikin Rachmat (Direktur Penyakit Menular Langsung Depkes RI) waktu itu, memerintahkan penghentian kampanye kondom yang sangat populer dan menarik. Alasannya ada protes dari Kelompok Islam - Majelis Mujahidin Indonesia - yang tidak setuju adanya kampanye kondom di media massa, dengan penampilan Harry Rusli di beberapa stasiun televisi.
Tahun 2007, DKT dengan dukungan KPA Nasional berniat melaksanakan Pekan Kondom Nasional 2007 sebagai bagian dari Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2007.
Konon rencananya dalam satu pekan, tgl 1 - 8 Desember 2007 akan ada kegiatan-kegiatan yang konon ada pembagian kondom gratis, stiker dan materi edukasi yang lain di tempat-tempat umum. Tidak jelas instansi mana yang akan mengkoordinasikan kegiatan kampanye kondom ini, apakah KPA Nasional atau BKKBN sebagai koordinator kegiatan Hari AIDS Sedunia 2007?
Dalam TOR yang disebarkan, terkesan kegiatan hanya hanya akan memusat di Jakarta dan sekitarnya. Konon ada kegiatan di bundaran HI, di mal dan kafe. Seorang teman mencibir dan bilang "basi banget, deh". Ingin lihat TOR klik di sini.
Komentar sini bisa diterima, karena tidak ada rencana kegiatan yang cukup rinci, misalnya bagaimana dengan kegiatan-kegiatan di berbagai wilayah di Indonesia, padahal menyandang pekan kondom NASIONAL. Ada kesan rencana kegiatan tersebut tidak direncanakan dengan baik dan matang. Pihak DKT yang punya inisiatif, sayangnya tidak merencanakannya dengan sungguh-sungguh.
Tidak juga ada niat buat debat publik, misalnya atau kegiatan lain yang berguna untuk mengikis stigma kondom. Kondom perlu dibicarakan terbuka oleh kita semua, tanpa ketakutan. Gimana dong bisa dicapai pemahaman kondom sebagai alat kesehatan (tepatnya kondom sebagai alat pencegahan).
Bukankah gema kondom bocor masih bergaung terus, dan bukan tidak mungkin ada teriakan protes dari kelompok-kelompok yang setuju.
Ketidaksetujuan terhadap kampanye kondom sah-sah saja, tetapi kalau menyebarkan informasi yang tidak benar, bisa dong dikatakan menyebarkan kebohongan terhadap publik.
Siapa nanti yang akan melakukan dialog tersebut, bila ada ketidaksetujuan, ada protes, ada teror, dan ada yang berusaha menghambat agar pekan kondom nasional tidak berjalan.
Jangan terjadi lagi seperti beberapa tahun lalu, pihak-pihak yang memang bertanggung jawab mendukung kampanye kondom malahan menghilang, cari aman, tidak berani berdialog dan melakukan debat publik secara terbuka dengan pemrotes. Atau mengancam akan membakar stasiun teve yang mentayangkan iklan kondom.
Perlu keseriusan pihak yang jadi penanggung jawab kegiatan Pekan Kondom Nasional agar dapat mengantisipasi dampak kegiatan tersebut. Kalau tidak maka kampanye kondom akan sembunyi-sembunyi lagi. Stigma kondom akan semakin kuat.
Dalam kampanye kondom, kita perlu "taking bold, creative, and effective action"!.