Kompas, 3 November 2008
JAKARTA, SENIN - Pekan Kondom Nasional 2008 kembali
digelar Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), Badan Koordinasi
Keluarga Berencana Nasional, DKT Indonesia dan mitra lainnya.
Kampanye ini diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman dan
kesadaran tentang penggunaan kondom sebagai alat untuk menghindari
kehamilan tidak direncanakan dan mengatasi penyebaran infeksi menular
seksual, termasuk HIV.
Departemen Kesehatan menyebutkan, pada
akhir Juni 2007, jumlah orang terinfeksi HIV dilaporkan di 194
kabupaten/kota di Indonesia. Secara kumulatif, jumlah orang yang hidup
dengan HIV/AIDS atau ODHA 14.628 orang, terdiri dari 5.813 kasus HIV
dan 9.689 kasus AIDS. Kelompok paling rentan dan terbesar terkena
penularan HIV/AIDS adalah kelompok usia produktif yaitu 15-49 tahun
sebanyak 82 persen.
Penularan virus HIV terjadi karena penggunaan
napza suntik 49,1 persen, dan lewat hubungan seksual 46,2 persen
(heteroseksual 42,1 persen dan homoseksual 4,1 persen), kata Sekretaris
KPA Nasional Nafsiah Mboi, dalam diskusi terkait Pekan Kondom Nasional
2008, Senin (3/11), di Kafe Barcode, Kemang, Jakarta Selatan.
Selain
itu, jumlah penghentian kehamilan atau aborsi di Indonesia sangat
tinggi. Data Departemen Kesehatan RI per Agustus 2007 memperlihatkan,
jumlah kasus aborsi di Indonesia mencapai 2,3 juta kasus per tahun. Hal
ini belum termasuk aborsi non medis. Oleh karena itu, rangkaian
kegiatan di dalam PKN 2008 diarahkan untuk meningkatkan pemahaman dan
penggunaan kondom sebagai salah satu cara untuk mengatasi kehamilan
tidak direncanakan dan infeksi menular seksual, termasuk HIV, ujar
Nafsiah.
Langkah terbaik menghindari kehamilan yang tidak
direncanakan dan IMS adalah dengan berpantang melakukan hubungan seks
sebelum menikah (abstinence) dan saling setia dengan pasangan (be faithful).
Akan tetapi, pada setiap hubungan seksual yang berisiko penularan IMS
dan HIV, penggunaan kondom menunjukkan perilaku bertanggung jawab.
PKB
2008 merupakan kesempatan berharga bagi setiap organisasi dan unsur
pemerintah, swasta, maupun yayasan nirlaba untuk secara independen
maupun kolektif mengadakan kegiatan demi meningkatkan kesadaran akan
pentingnya penggunaan kondom di Indonesia, ungkap Pierre Frederick,
koordinator Pekan Kondom Nasional, menegaskan.
Rencananya, dalam sepekan ke depan, agenda PKN 2008 akan terdiri dari serangkaian kegiatan yang mencakup talkshow, kompetisi jurnalistik, kompetisi universitas, MTV Staying Alive 2008, peluncuran kondom di Hard Rock Cafe di Jakarta dan Bali, serta PKN On The Road.
Sumber: Kompas