Lilin Kenangan dipersembahkan untuk:
"alm.om kiki ( Francisco Vittorio ) iank tlh prgi mningglkn qta smw..... om kiki dh tnank disna ia..... istrht iank tnank, damai di alam om kiki...... spirit carries on... we looves you..." oleh: Victoryangel
Jawa Barat
Saat ini ada 91 tamu, 0 anggota dan Hari ini dikunjungi oleh 1168 tamu/anggota
Pengunjung
Site ini telah dikunjungi 4326217 kali sejak August 2006
Donation & Report
Dukungan
Power by
Topik: HIV/AIDS Kliping: Puluhan PSK di Batang Mengidap HIV/AIDS Dipublikasi pada Wednesday, 19 November 2008 oleh Djumiran
Kompas Online, 8 November 2008 BATANG, SABTU - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA)
Kabupaten Batang, Jawa Tengah, selama 2000-2008 mencatat ada 37 pekerja
seks komersial menderita penyakit HIV/AIDS, dan sembilan orang di
antaranya meninggal dunia.
"Semula jumlah penderita HIV/AIDS ada 36 orang tetapi setelah dilakukan screening
lagi bertambah satu orang lagi yang dinyatakan positif HIV. Namun kami
tidak bisa menjelaskan identitasnya," kata anggota Komisi
Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Batang, Fajar Sajidin di Batang,
Sabtu (8/11).
Menurut Fajar Sajidin , jumlah penderita HIV/AIDS
di Kabupaten Batang terus bertambah dan sesuai hasil penelitian Klinik
PMS Visite Puskesmas Banyuputih, Kabupaten Batang diketahui ada seorang
PSK lagi yang dinyatakan positif terinfeksi virus mematikan itu.
"Sayangnya,
sebagian besar pelacur penderita AIDS masih aktif menjual diri di
kompleks pelacuran sehingga akan menular pada orang lainnya," ujarnya.
Ia
mengatakan, secara rutin klinik infeksi menular seksual (IMS) melakukan
pemeriksaan di beberapa lokalisasi guna melakukan pemeriksaan terhadap
para pelacur.
"Memang, penyebaran AIDS di Kabupaten Batang
sangat memprihatinkan. Apalagi, para pekerja seks yang terinfeksi HIV
itu banyak yang masih menjajakan diri sedangkan pria 'hidung belang'
tidak bisa membedakan pelacur yang sehat dan terkena AIDS ," katanya.
Sementara
itu, Manajer Klinik IMS dan Vountary Conceling and Testing Banyuputih,
Kabupaten Batang, dr. Ratna Westri mengatakan, penyakit HIV/AIDS
merupakan fenomena "gunung es" yang semakin hari semakin membesar.
"Kami memprediksi banyak orang yang terjangkit penyakit HIV/AIDS ini. Namun mereka tidak melapor atau terdaftar," katanya.