Lilin Kenangan dipersembahkan untuk:
"saudaraku yang terpuruk dalam keputus asaan karena hiv dan aids, percacalah, kamu tidak sendiri, karena masih ada kita-kita yang hidup dalam kepedulian kepada sesama. Tetaplah tegar menatap hari esok dengan penuh optimisme bahwa penderitaan kalian adalah sumber hidup bagi anak dan cucu kita kelak. " oleh: Charles Padang
Papua
Makassar, Tribun - Komunitas Sehati Makassar menggelar Makassar Q! Sreen United Blossom di Gedung BaKTI, Jl Dr Soetomo, Makassar, Rabu (19 Nopember 2008). Dalam acara ini ditayangkan sejumlah film-film yang bercerita tentang kekerasan terhadap perempuan, dan penderita HIV/AIDS yang digelar selama tiga hari yakni Rabu hingga Jumat (19-21 Nopember).
Film yang akan diputar malam ini berjudul Perempuan Punya Cerita. Film ini bercerita tentang persoalan perempuan masa kini, dari aborsi, seks bebas, trafficking, sampai soal HIV/AIDS. Film ini diangkat dari kisah empat wanita untuk menemukan jati dri mereka melawan rintangan hidup.
Ketua Komunitas sehati Makassar, Sugiyono, mengatakan, acara ini merupakan ketiga kalinya digelar di Makassar. "Ini merupakan upaya kami dalam pencegahan HIV/AIDS di kalangan LGBT (Lesbian, Gay, Bixhal, dan Transgender/ waria). Kami juga ingin menyampaikan, komunitas LGBT tidak usah dijauhi karena ini bukan sesuatu yang menyeramkan. Kami juga mempunyai persamaan hak dengan yang lainnya," ujarnya.
Lanjut Sugiono, kampanye HIV/AIDS ini sengaja dilakukan lewat film. Melaui film banyak pesan-pesan yang tersirat didalamnya tanpa kita harus berpidato berlama-lama dan lebih mudah penyampainnya. Selain itu, komunitas Sehati juga ingin merangkul para sineas untuk berkampaye lewat film dan bisa sejalan dengan kami. Karena kami juga mempunyai hak yang sama.
Acara ini juga dihadiri oleh lembaga bantuan hukum perlindungan dan kekerasan rumah tangga, dan LSM koalisi perempuan Indonesia. (*)