Lilin Kenangan dipersembahkan untuk:
"saudaraku yang terpuruk dalam keputus asaan karena hiv dan aids, percacalah, kamu tidak sendiri, karena masih ada kita-kita yang hidup dalam kepedulian kepada sesama. Tetaplah tegar menatap hari esok dengan penuh optimisme bahwa penderitaan kalian adalah sumber hidup bagi anak dan cucu kita kelak. " oleh: Charles Padang
Papua
Kompas Online, 30 Januari 2009 KARIMUN, KAMIS - Jumlah pengidap HIV/AIDS di Pulau
Karimun Besar, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, sejak 2006 hingga
2008, tercatat 478 orang. "Sejak 2006 hingga 2008 jumlah pengidap
HIV/AIDS tercatat sebanyak 478 orang. Mereka terdiri atas 293 pengidap
HIV dan 185 penderita AIDS. Bahkan, 42 dari 185 pengidap AIDS itu sudah
meninggal dunia," kata Program Manejer Yayasan Sri Mersing, Rustam
Effendi, dalam acara Menahan Epidemi IMS-HIV dan AIDS di Kabupaten
Karimun, di Tanjung Balai Karimun (TBK), Kamis (29/1).
Rustam Effendi menjelaskan jumlah tersebut diperolehnya berdasarkan
survei pihaknya di tiga kecamatan yang berada di Pulau Karimun besar,
yakni Kecamatan Tanjung Balai Karimun, Meral, dan Kecamatan Tebing.
Berdasarkan datanya, jumlah pengidap HIV/AIDS tersebut cukup tinggi
jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di tiga kecamatan Pulau
Karimun besar, yang hanya sekitar 130 ribu jiwa.
Masih
berdasarkan hasil survei tersebut, ucapnya, jumlah pengidap HIV/AIDS
selama tiga tahun tersebut, yang paling tinggi terjadi pada 2007 dengan
total penderita HIV sebanyak 167 orang, sementara di urutan kedua pada
2006 dengan jumlah penderita HIV/AIDS 161. Sedangkan tahun 2008
tercatat sebanyak 150 orang.
"Selanjutnya, angka kematian
pengidap AIDS yang paling tinggi terjadi pada tahun 2006 yakni sebanyak
26 orang, disusul tahun 2007 dengan jumlah 9 orang, dan tahun 2008
sebanyak 8 orang," katanya. Rustam Effendi juga mengatakan kelompok
yang berisiko tinggi tertular virus HIV adalah pekerja seks (PSK) dan
pelanggannya.
"Tingginya jumlah penderita HIV/AIDS di Karimun
disebabkan oleh perilaku seks bebas dan buruknya kebiasaan pengguna
PSK, karena mereka umumnya enggan menggunakan kondom saat menggunakan
jasa PSK," ujarnya.