Lilin Kenangan dipersembahkan untuk:
"Anaku sayang apapun kondisimu saat ini Kau adalah belahan jiwa kami,kau begitu Tegar menerima kenyataan ini,tak pernah mengeluh,justru Ketegaranmu yg menyadarkan kami ayah ibu kaka dan adikmu untuk dapat menerima kenyataan ini dengan Ikhlas,walau hati kecil kami tetap berharap ada Keajaiban yg terjadi pada dirimu,kami selalu berada di sisimu sayang berserah dirilah padaNYa Doa kami tiada henti." oleh: Yan Raidy Mamisella
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Sosialisasi Program Penanggulangan HIV AIDS di Perusahaan
Dilaksanakan oleh: KPA Kota Cilegon kerjasama dengan RS Krakatau Medika Cilegon Dilaksanakan pada: Kamis,8 April 2010
Acara sosialisasi penanggulangan HIV AIDS di tempat kerja yang diselenggarakan KPA Kota Cilegon bekerjasama dengan Ikatan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia Cabang Banten dan RS Krakatau Medika.
Dilaksanakan oleh: Pokja Media KIE KPAP Papua Dilaksanakan pada: Hari Kamis, 11 Februari 2010
Sehubungan dengan Kampanye Media tentang informasi HIV dan AIDS di Tanah Papua, Pokja Media KPAP Papua melakukan FGD (Fokus Group Diskusi) di Lima daerah di Tanah Papua (Wamena, Mappi, Serui (Prov. Papua) dan Sorong Selatandan Manokwari (Prov. Papua Barat)
Dilaksanakan oleh: Amanat Muda Sulbar dan KPA Kab. Mamuju Dilaksanakan pada: 29 Januari s/d 4 Februari 2009
Permasalahan remaja yang ada saat ini sangat kompleks dan mengkhawatirkan. Berbagai data menunjukkan masih rendahnya pengetahuan remaja tentang Dampak Penyalahgunaan NAPZA ,kesehatan reproduksi (Free Sex) serta Resikonya Terinfeksi HIV dan AIDS, hal ini disebabkan kurangnya Program Life Skill Education tentang TRIAD (NAPZA,FREE SEX, HIV dan AIDS) yang melibatkan Remaja.
Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak kemasa dewasa. Kehidupan remaja merupakan kehidupan yang sangat menentukan bagi kehidupan remaja selanjutnya. Masa remaja seperti ini oleh Bank Dunia disebut sebagai masa transisi kehidupan remaja.Program KRR berkaitan dengan bidang kehidupan yang kelima dari transisi kehidupan remaja dimaksud. Empat bidang kehidupan yang lainnya yang akan dimasuki oleh remaja sangat ditentukan oleh berhasil tidaknya remaja memprak-tekan kehidupan yang sehat. Dengan kata lain apabil remaja gagal berperilaku sehat maka kemungkinan besar remaja yang bersangkutan akan gagal pada empat bidang kehidupan yang lain.
Transisi kehidupan remaja oleh Bank Dunia dibagi menjadi 5 hal (Youth Five Life Transitions).Transisi kehidupan yang dimaksud adalah :
Melanjutkan sekolah (continue learning)
Mencari pekerjaan (start working)2 Keterampilan Hidup (Life Skills )
Memulai kehidupan berkeluarga (form families)
Menjadi anggota masyarakat (exercise citizenship)
Mempraktekan hidup sehat (practice healthy life)
Menyikapi realitas tersebut Yayasan Amanat Muda melalui PIK-KRR AMADA bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan Aids Kota Mamuju, mengadakan Road To School di 10 Sekolah Tingkat SMA di 5 Kecamatan se Kabupaten Mamuju. Dengan jumlah Peserta sebanyak 1000 Orang Siswa.
Dilaksanakan oleh: KPAK Mamasa Dilaksanakan pada: Kamis,28 Januari 2010
Pemkab Mamasa Mulai Seriusi Aids
Memaskui tahun 2010, Pemkab Mamasa mulai melakukan sejumlah kegiatan untuk penanggulangan HIV/AIDS. Hal itu terungkap pada rapat kerja KPAK Mamasa yang berlangsung di Mamasa,Kamis 28/01 bertempat diruang kerja Bupati Mamasa yang dimpimpin langsung Bupati Mamasa Drs. Obednego Depparinding,MH sebagai ketua KPAK Mamasa didampingi Sekretaris KPAK Mamasa Yusak NL dan juga turut dihadiri Kapolres Mamasa AKBP.Agusrisendi, Kajari Mamasa Wakil Bupati Mamasa Drs.Ramlan Badawi,MH dan sejumlah Anggota KPAK Mamasa dari unsure Pemerintah Kabupten Mamasa.
Dalam rangka melakukan pendekatan kepada populasi kunci di kabupaten Mamasa, maka KAPK Mamasa telah memulai tugasnya dengan melakukan pendataan populasi kunci di Mamasa dimulai dari sejumlah THM yang ada di mamasa.
Dilaksanakan oleh: Bupati Mamasa dan LPKPL Dilaksanakan pada: 22-12-2009
Bupati Mamasa Drs.Obednego Depparinding,MH telah menunjukkan keseriusannya dengan membentuk Komisi Penanggulangan Aids (KPAK) Kabupaten Mamasa bekerja sama dengan Lembaga Pemantau Kinerja Pemerintah dan Legislatif (LPKPL) dan menempatkan sejumlah pejabat terkait di Kabupaten Mamasa sebagai pengurus KPAK kabupaten Mamasa.
Sebagai komunitas yang bergerak dibidang kepedulian terhadap penderita HIV/AIDS, maka kami mengadakan acara KAMPANYE pada hari AIDS sedunia pada tanggal 01 desember 2009.
Adapun yang kami lakukan adalah,menyebarkan brosur yang berisikan;
Mitos'' yang salah tentang penyebaran HIV/AIDS
Cara penyebaran HIV/AIDS yang benar
Berita tentang tidak berbahayanya ODHA,yang kami dapat dari internet..
Semua kegiatan ini kami, lakukan dengan tujuan meluruskan STIGMA masyarakat terhadap ODHA, sehingga dapat menghapus diskriminasi terhadap ODHA tersebut.
Kami juga berharap kegiatan ini akan terus ada selama diskriminasi terhadap ODHA di masyarakat masih ada,dan tidak hanya dilakukan pada HARI AIDS SEDUNIA
JIKA SEMUA ORANG BERTERIAK''STOP AIDS'' bagaimana dengan mereka yang sudah terjangkit???? kita biarkan mereka terasing dimasyarakat,dengan semua pandangan yang membuat nereka seolah menjadi kuman di masyarakat?????? untuk itulah kami ada dan berteriak STOP DISKRIMINASI ODHA!!!!!!!
Dilaksanakan oleh: Tim Fasilitator KPG Dilaksanakan pada: Jum'at, 2 oktober 2009
Pada tanggal 2 oktober 2009, tim kompas KPG Merauke melaksanakan pelatihan kepada anggota kompas yang sekaligus menjadi peer educator (PE) sebanyak 23 peserta oleh kakak - kakak pembina yakni Obeth, Samsul N Waginah. Dalam pelatihan itu materi yang diberikan yaitu mengenai pendidikan sebaya. Kegiatan ini berlangsung dengan baik, para peserta tampak begitu antusias. kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam yang dimulai setelah pelang sekilah jam 12.30 hingga pukul 14.00.
ADVOKASI PENGUATAN PERAN REMAJA UNTUK HIV/AIDS KOTA PALU
Pelatihan Advokasi Hiv/Aids Terkait HAM Di Palu
Diskusi Panel
Dialog Interaktif
Dilaksanakan oleh: YOUTH SUPPORT CENTER SULTENG Dilaksanakan pada: 8-9 dan 15-16 Agustus 2009
Permasalahan Hiv/Aids dikalangan remaja sebenarnya sudah sangat mengkhawatirkan. Hal ini dapat dilihat dari data-data nasional kasus Aids 3 (tiga) tahun terakhir. Tahun 2006, dari 13.424 kasus Hiv/Aids, sebanyak 54,76% kasus dari kalangan generasi muda. Sedangkan tahun 2007, dari 17.207 kasus Hiv/Aids (6066 Hiv - 11.141 Aids), sebanyak 6.301 kasus merupakan kaum muda usia produktif 15-29 tahun. Dan pada tahun 2008, dari 22.664 kasus Hiv/Aids, 16.110 kasus Aids yang mana sejumlah 8.682 kasus Aids tersebut dari kelompok usia 15-29 tahun. Data yang dihimpun Dirjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas menyebutkan, dari sekitar 10.000 pengidap HIV/AIDS di Indonesia setengah atau 5.000 di antaranya merupakan pelajar SMP/SMA (Rakyat Merdeka - 04 Juli 2007).
Seorang pengunjung memasang lilin sebelum memasuki lorong kehidupan penderita HIV
Seorang relawan sedang manjelaskan kegiatan OLE kepada beberapa turis asing
Lorong Tasya
Dilaksanakan oleh: World Vision Indonesia Dilaksanakan pada: 9-13 Agustus 2009
Bali, 13 Agustus 2009 – Sedikitnya 2,500 orang mengunjungi
pameran interaktif One Life Evolution (OLE) di Kuta, Bali, mengangkat
tema kepedulian terhadap masalah HIV dan AIDS. Acara yang
diselenggarakan oleh World Vision ini secara resmi ditutup tanggal 13
Agustus setelah lima hari diselenggarakan sejak 9 Agustus lalu.
Komisi Penanggulangan AIDS Sekolah (KOMPAS) Bergerak Mengepung HIV lewat Media
Dilaksanakan oleh: KPA Kab. Merauke, Dinas Pendidikan Menengah Kabupaten Merauke, SMA Yoanes Merauke dan Yayasan Wahana Dilaksanakan pada: Juni 2008
Merauke Juni 2008. Untuk meningkatkan kemampuan siswa/I dalam pembuatan majalah dinding sebagai sarana informasi HIV dan IADS di tingkat sekolah, Sekitar 39 Murid utusan dari 12 sekolah tingkat atas mengikuti kegiatan pelatihan Pengembangan Media KIE. Pelatihan ini sendiri terlaksana atas kerja sama KPA Kab. Merauke, Dinas Pendidikan Menengah Kabupaten Merauke, SMA Yoanes Merauke dan Yayasan Wahana Visi Indonesia Merauke. Pelatihan ini didanai oleh Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Merauke dan Wahana Visi Indonesia Merauke. Para peserta dengan antusias mengikuti pelatihan, memiliki harapan terjadinya peningkatan pengembangan media informasi Kesehatan Reproduksi, IMS, HIV-AIDS dan Narkoba disekolah masing-masing serta terjadi perubahan perilaku di kalangan siswa.
Dilaksanakan oleh: SEKAT AIDS SULTENG Dilaksanakan pada: Mei 2009
Dalam
menyambut momen International Aids Candlelight Memorial 2009 kali ini, Aliansi
Solidaritas Masyarakat Untuk Aids & Narkoba Sulawesi Tengah (SEKAT AIDS
SULTENG) yang merupakan gabungan dari sekitar 21 organisasi yang terdiri dari MANPA
Stain Datokarama Palu, eLSAM Untad Palu, eLSAM Fakultas Pertanian Untad Palu, Persatuan
Siswa Untuk Aids & Narkoba Sulawesi Tengah (PESAN SULTENG), Generasi Anti
Narkoba & Peduli Aids Sulteng (GANPA STMIK Adhi Guna) Palu, BEM Stmik AG Palu, BEM
Amik Tri Dharma Palu, PARIGI Community, RKP Palu, Glory Of
Emo, Laskar Anti Narkoba (LAN) SMU 1 Palu, Kerabat Kotak Palu, Revolution Team
Palu, Basic Community, KPPL Palu, Exit Community Sulteng, Forum Lay Konselor (FKST)
Sulteng, Youth ASC Sulteng, dan Aids Support Center (ASC) Sulteng, juga turut ambil bagian dalam melaksanakan berbagai
kegiatan sebagai bagian penting dari eksistensi peran dalam upaya
penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah. Sesuai
dengan tema internasional kali ini ”Together, We Are The Solution”, maka Sekat
Aids Sulteng berupaya menggalang Kepedulian segenap masyarakat Sulawesi Tengah
khususnya Kota Palu sebagai bagian dari suara dan solidaritas internasional
dalam menyuarakan PENGHAPUSAN DISKRIMINASI terhadap Orang Dengan Hiv/Aids, Kapanpun,
Dimanapun, dan dalam bentuk apapun.
Secara
khusus juga SEKAT AIDS mengangkat tema lokal “Berbuat Yg Lebih Berarti, Untuk
Hidup Yg Lebih Bermakna”, dengan maksud memberikan spirit dan dukungan semangat
bagi Orang Dengan Hiv/Aids (ODHA) yang saat ini hidup dan berjuang melawan
ganasnya virus Hiv ditengah kentalnya Stigma dan Diskriminasi, agar mereka tahu
bahwa MEREKA TIDAK SENDIRI.
Edutainment HIV/AIDS pada Kelompok Wanita Pekerja Seks
Kemesraan ini janganlah cepat berlalu
Salah satu kegiatan outbond
Joget terus lupakan sejenak -setoran kamar- he he he
Dilaksanakan oleh: Human Helath Organization Dilaksanakan pada: 15 Maret 2009 (Medan, Sibolangit)
Kegiatan ini dilakukan di tempat wisata (luar kota) sebagi bagian dari aspirasi kelompok dampingan (KD) mengingat sensitivitas dan keengganan KD sendiri bila berkegiatan di dalam kota apalagi dengan panji-panji "HIV/AIDS".
Dilaksanakan oleh: Sekat Aids Sulteng Dilaksanakan pada: Februari 2009
Stigma seringkali menjadi sebuah alat justifikasi atas perlakuan diskriminatif terhadap kaum minoritas. Marginalisasi kelompok-kelompok minoritas yang terstigma juga perlahan-lahan akan mengaburkan keberadan mereka sebagai individu dan warga negara yang memiliki seperangkat hak sebagaimana diatur dalam undang-undang No. 39 Thn. 1999 tantang Hak Asasi Manusia. Keprihatinan atas kentalnya stigma dan diskriminasi terkait Hiv/Aids yang memang belum menjadi issu sentral dalam penanggulangan Hiv/Aids di Sulawesi Tengah inilah yang kemudian membuat aliansi Sekat Aids (Solidaritas Masyarakat Untuk Aids dan Narkoba) Sulteng merasa perlu untuk membangun kesepahaman, menjalin komunikasi yang lebih intens, dan mengembangkan kemitraan yang lebih kongkrit dengan berbagai pihak baik secara langsung maupun tak langsung bersentuhan dengan permasalahan ini dengan mengunjungi beberapa institusi strategis yang selama beberapa tahun terakhir dianggap belum mengintegrasikan program-programnya dengan permasalahan Hak Asasi Manusia terkait Hiv/Aids secara memadai.
Dilaksanakan oleh: SEKAT AIDS SULTENG Dilaksanakan pada: Nopember - Desember 2008
Dalam rangka Hari Aids Sedunia 2008 kali ini, Solidaritas Masyarakat Untuk Aids & Narkoba Propinsi Sulawesi Tengah (SEKAT AIDS SULTENG) turut melaksanakan berbagai macam kegiatan yang dikemas dalam paket kegiatan Aksi Peduli dengan tema lokal “Peduli, Jangan Hanya Slogan”. Sebagai forum aliansi yang merupakan gabungan dari 16 organisasi, Sekat Aids mencoba menyuarakan 2 issu sentral yang dirasakan sangat relevan dengan kondisi di Sulawesi Tengah saat ini, yaitu Komitmen Politik dan Stop Diskriminasi. Sekat Aids melihat bahwa 2 permasalahan ini merupakan bagian penting dalam upaya bersama pencegahan penularan HIV di Sulawesi Tengah sehingga perlu secara khusus mengangkat tema lokal tersebut.
Dilaksanakan oleh: Wahana Pengendali Kepedulian AIDS dan Narkoba Dilaksanakan pada: 22 November 2008
Wapkar (Wahana Pengendali Kepedulian AIDS dan Narkoba) melaksanakan Seminar dan Penyuluhan di gedung Graha Pemuda KNPI Prov. Sulawesi Tengah pada hari Sabtu (22/11/2008).
Seminar yang bertema, HIV/AIDS Ancaman Yang Nyata Bagi Masyarakat Kota Palu diselenggarakan dalam rangka memperingati hari AIDS se dunia yang jatuh pada tanggal 1 desember. Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu yang diwakili oleh Kasubdin P2PL Drg. Elly Yana bertindak sebagai pembicara dan untuk KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Provinsi Sulawesi Tengah di wakili oleh Mashudin salahseorang Wakil Ketua KPA Sulteng. Adapun pesertanya berasal dari komunitas populasi kunci atau kelompok yang sangat rentan terhadap penyebaran HIV/AIDS yaitu kelompok waria, tukang becak, dan kelompok remaja.
Dilaksanakan oleh: KOMPAS SMK II Merauke Dilaksanakan pada: 25 - 26 Oktober 2008
KOMPAS (Komisi Penanggulangan AIDS Sekolah) SMK Negeri 2 Pariwisata Merauke, kemping ini dilaksanakan dalam suatu program kerja tahunan dan disusun dalam jadwal kegiatan.
Diskusi ttg HIV/AIDS dlm bentuk Learning Cirlcle dg mahasiswa asing
Pemberian materi oleh Dr.Irene di Sekolah Menegah Atas
Dilaksanakan oleh: AIESEC Universitas Andalas Dilaksanakan pada: Mei 2008-June 2008
Untuk meningaktkan awareness generasi muda kota Padang tentang bahaya HIV/AIDS, maka kita dari AIESEC UA mengadakan project dg tema We know, Wecare, We do. Yang merupakan kelanjutan dari project tahun lalu. Jika di tahun sebelumnya project ini lebih di tekankan pada WE KNOW, maka project tahun ini berlanjut ke WE CARE, maksud dari WE CARE disini yaitu setelah kita mengetahui bahaya dari HIV/AIDS itu sendiri dan bahwa penularannya tidak akan menular hanya karna kita berdekatan, bergandengan tangan atau berteman dengan ODHA, maka sekaranglah saatnya kita lebih peduli terhadap ODHA, mereka tidak salah, mereka tidak pernah meminta untuk terinveksi.
Kita sebagai sesama manusia bukannya malah menjauhi ODHA,tapi dekatilah mereka, karena mereka butuh kita, kewajiban kita lah menghibur mereka, berikanlah kebahagiaan disisa hidup mereka. Supportlah mereka,karena kepedulain kita sangat mereka nantikan.
Dilaksanakan oleh: KOMUNITAS BACA KOTA BOGOR Dilaksanakan pada: 10 September 2008
Komunitas BACA adalah Suatu Komunitas yang peduli akan masalah SOSIAL terutama HIV / AIDS di Indonesia dan Kota Bogor Khususnya. kegiatan " Louncing KOMUNITAS BACA KOTA BOGOR yang sudah lama kami mimpikan untuk dapat berpartisipasi dalam Kegiatan yang berhubungan dengan Sosial kemasyarakatan. tingginya tingkat penyebaran HIV / AIDS membuat kami lebih konsentrasi dalam pelaksanaan Program Komunitas Baca Kota Bogor.
Dilaksanakan oleh: AIESEC Surabaya Dilaksanakan pada: Juli - September 2008
Project ini merupakan kelanjutan dari project kami tahun lalu yakni Youth Fight Against AIDS 2007, yakni melakukan roadshow ke SMUN 11, SMUN 13 dan SMU HangTuah 1. Dengan mendatangkan 3 mahasiswa asing, yakni dari Belanda dan Jepang.
Kali ini, kami memfokuskan pada teman-teman SMU dan mahasiswa. Dengan mendatangkan 4 mahasiswa asing (interns) dari negara anggota AIESEC. yakni dari Taiwan, China, dan Jerman. Mereka nantinya akan sharing mengenai kondisi HIV-AIDS di negaranya dan bagaimana penanganannya.