Lilin Kenangan dipersembahkan untuk:
"The only of fighting HIV-AIDS is through prevention, the only prevention is through education, Be Strong ODHA and OHIDA Keep The Promise..." oleh: abay aesculapiano
Sumatera Barat
Saat ini ada 73 tamu, 0 anggota dan Hari ini dikunjungi oleh 866 tamu/anggota
Pengunjung
Site ini telah dikunjungi 5330947 kali sejak August 2006
Donation & Report
Dukungan
Power by
MRAI'2008 KPA SULTENG Di Palu Dilaksanakan oleh: KOMUNITAS PEDULI AIDS (KPA) SULTENG Dilaksanakan pada: 17 Mei 2008
Aksi Peduli KPA SULTENG Untuk MRAI'2008 Di Palu
Malam Puncak MRAI,2008 KPA SULTENG Di Palu
Malam Puncak MRAI'2008 KPA SULTENG Di Palu
Dalam menyambut momen International Aids Candlelight Memorial 2008 kali ini, Komunitas Peduli Aids (KPA) Sulteng sebagai sebuah aliansi yang merupakan gabungan dari 8 organisasi yang terdiri dari, EXIT Community, AMI Enterprise, Care Community, eLSAM Untad, MANPA Stain Datokarama, PESAN Sulteng, LANS Smansa dan Aids Support Center, juga melaksanakan berbagai kegiatan sebagai bagian penting dari eksistensi peran dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah. Meskipun tema internasional malam renungan kali ini telah ditetapkan dengan ”Never Give Up, Never Forget”, namun KPA SULTENG merasa perlu lebih mempertajam issu dengan mengusung tema lokal ”Stop Diskriminasi, Karena, Peduli Bukan Hanya Slogan”. Hal ini dimaksudkan untuk lebih menyesuaikan dengan latar belakang kondisi permasalahan riil yang ada dan terjadi di Sulawesi Tengah serta dari segi pembahasaannya mudah dimengerti oleh penduduk lokal tanpa mengurangi arti dan makna yang sesungguhnya sebagaimana tema internasional yang telah ditetapkan.
Mengawali paket kegiatan Malam Renungan Aids Internasional 2008 kali ini, KPA SULTENG mencoba menggugah kembali kepedulian masyarakat Sulawesi Tengah untuk bersama-sama bergandeng tangan dalam upaya penghapusan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV/AIDS dengan menggelar Aksi Peduli yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Mei 2008 di Kota Palu sebagai ibu kota propinsi dan sebagai penyumbang data terbanyak kasus HIV/AIDS dari 9 kabupaten lainnya. Aksi peduli yang di gelar tepat pada malam minggu tersebut diikuti oleh gabungan sekitar 26 lembaga dan organisasi-organisasi dari berbagai kalangan yang sebagian besar adalah para pelajar dan mahasiswa. Sekitar 300-an massa memenuhi jalanan pusat kota dengan membentangkan spanduk dan slogan-slogan stop diskriminasi. Sekitar 5000-an selebaran yang memuat himbaun Stop Dikrimiasi dibagikan kepada masyarakat.
Seminggu setelah melakukan kegiatan Aksi Peduli, tepatnya pada 17 Mei 2008, dilaksanakanlah puncak peringatan Malam Renungan Aids Internasional 2008 di Palu dan bertempat di Taman Gor yang terletak dipusat kota. Acara yang sederhana itu berlangsung sangat meriah karena dihadiri oleh sebagian besar remaja yang tergabung dalam komunitas-komunitas anak muda di Kota Palu. Sekitar 200-an remaja memadati lapangan basket sambil duduk melantai membentuk lingkaran. ratusan lilin dan obor dinyalakan disekitaran areal pelaksanaan untuk memberikan kesan khidmat kepada semua yang hadir ditempat itu. Pada kesempatan itu Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah, Bapak dr. Abdullah, DHSM, M.Kes. berkesempatan memberikan sambutannya. Setelah itu, berbagai mata acara pun turut mengisi rangkaian Malam Renungan Aids Internasional 2008 malam itu. Sementara itu, pesan penting yang disuarakan oleh KPA SULTENG sebagaimana termuat dalam selebaran yang disebar ke masyarakat baik dalam kegiatan Aksi Peduli maupun pada puncak Peringatan Malam Renungan Aids Internasional 2008 malam itu adalah ”Kami mengajak anda semua untuk bersama-sama menghapus perlakuan diskriminasi dan MEMBERIKAN WAJAH YANG LEBIH MANUSIAWI terhadap permasalahan ini jika ingin daerah ini benar-benar bebas dari HIV/AIDS. Karena anda semua adalah SPIRIT dan INSPIRASI untuk terus berbuat maka kami sangat bangga jika anda juga dapat menyebarkan pesan “STOP DISKRIMINASI” ini kepada orang-orang terdekat anda karena kami berfikir bahwa “YANG HARUS KITA PERANGI BUKAN ORANGNYA TAPI VIRUSNYA”.