 | | Pembukaan dilakukan oleh BPNA |
|  | | Peserta dengan bermain untuk melatih kekompakkan |
|  | | Materi Penguatan Partisapasi Masyarakat |
|
Permasalahan HIV dan AIDS selalu mempunyai keterkaitan dengan permasalahan tidak hanya medis, tetapi berimplikasi dalam permasalahan psikologi, sosial, ekonomi, budaya dan ideologi. Kompleksitas permasalahan harus disikapi secara arif sehingga tidak membebani permasalahan HIV dan AIDS pada komunitas tertentu.
Kalau kita lihat penanggulangan HIV & AIDS pada dunia prostitusi, maka sangat diperlukan upaya-upaya untuk melibatkan komunitas di lokalisasi dalam program, hal tersebut dirasakan penting, mengingat komunitas lokalisasi sangat bersinggungan dengan kebijakan serta aturan yang berjalan di lokalisasi. Keterlibatan komunitas lokalisasi ini dibuat dalam wujud adanya kelompok kerja (Pokja) lokalisasi, yang berperan dalam membangun sistem yang kondusif dalam mendukung kegiatan penanggulangan HIV & AIDS, terutama sistem rujukan dan sistem pengelolaan distribusi kondom.
Di Jawa Timur, hampir semua lokalisasi yang didampingi oleh LSM sudah terbentuk Pokja dengan model dan karakteristik sesuai dengan masing-masing daerah. Efektifitas keberadaan Pokja cukup dirasakan bagus, mengingat sudah banyak mandat komunitas yang sudah diemban oleh Pokja berjalan dengan baik, hal tersebut sangatlah penting dalam rangka memunculkan Pokja yang mandiri.
Untuk mewadahi aspirasi dan media berbagi pengalaman pada masing-masing pokja yang ada, maka Konsorsium LSM Peduli AIDS Jawa Timur (Suar-Kediri, Paramitra, Cesmid, Bambu Nusantara, Klinik Putat Jaya, Media) dengan di dukung oleh BPNA Propinsi jawa timur dan KPAN menyelenggarakan Pertemuan Jejaring POKJA Lokalisasi dan WPS dalam Upaya Akselerasi Penanggulangan HIV & AIDS Se-Jawa Timur dengan tema “Sehat adalah Hak Bagi Semua Orang”.
Pada tanggal 9-11 Juni 2008 di hotel Asida Kota Batu, Jawa Timur. Kegiatan ini
diikuti oleh 62 peserta dari perwakilan Pokja dan WPS yang ada di 10 kota/kab
(Malang, Pasuruan, Surabaya, Madiun, Nganjuk, Tulungagung, Kota Kediri, Kab.
Kediri, Kab, Jember, dan Banyuwangi) Jawa Timur. Pertemuan ini juga dihadiri
oleh 10 kepala daerah dari masing-masing daerah asal peserta.
Adapun kegiatan ini telah menghasilkan beberapa kesepakatan;
1.
Terbentuknya : FKPA SEJATI (Forum
Komunikasi Peduli HIV & AIDS Se-Jawa
Timur)
2.
Ada kesepakatan bersama yang berisikan ;
Kewajiban
a.
MEMBANGUN LINGKUNGAN YANG KONDUSIF
BAGI LOKALISASI DAN TEMPAT HIBURAN
b.
MENDORONG ADANYA KESEPAKATAN LOKAL
TENTANG UPAYA PENANGGULANGAN HIV DAN AIDS
c.
MENGHILANGKAN DESKRIMINASI DAN
STIGMATISASI PADA KOMUNITAS LOKALISASI, WPS DAN ODHA
d.
MENDORONG PEMENUHAN PENGGUNAAN KONDOM
100% dan SISTEM RUJUKAN
e.
BERPERAN AKTIF DALAM UPAYA SOSIALISASI
HIV DAN AIDS
Hak
f.
MENDAPATKAN PELAYANAN KESEHATAN YANG
MEMADAI DI LOKALISASI DAN TEMPAT HIBURAN
g.
MENDAPATKAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP
KELOMPOK PRILAKU RESIKO TINGGI
h.
MENDAPATKAN PERLAKUAN YANG SAMA DALAM BEKERJA
3.
Terbentuknya kepengurusan forum
komunikasi se Jawa Timur
Dari hasil kegiatan di atas diharapkan akan
mendorong pemutusan mata rantai penularan HIV di lokalisasi, serta pertemuan
tersebut bisa menjadikan inspirasi bagi peserta dalam mengembangkan sistem
penanggulangan HIV dan AIDS di masing-masing lokalisasi. Serta meningkatkan bergaining
WPS untuk terlibat dalam program penanggulangan HIV & AIDS. Atas nama
panitia kami sampaikan banyak terima kasih pada semua pihak yang telah terlibat
dalam memperlancar kegiatan di atas.
Dilaporkan oleh: Gozali, paramitrahivaids@yahoo.co.id