Lilin Kenangan dipersembahkan untuk:
"saudaraku yang terpuruk dalam keputus asaan karena hiv dan aids, percacalah, kamu tidak sendiri, karena masih ada kita-kita yang hidup dalam kepedulian kepada sesama. Tetaplah tegar menatap hari esok dengan penuh optimisme bahwa penderitaan kalian adalah sumber hidup bagi anak dan cucu kita kelak. " oleh: Charles Padang
Papua
Saat ini ada 59 tamu, 0 anggota dan Hari ini dikunjungi oleh 199 tamu/anggota
Pengunjung
Site ini telah dikunjungi 5114477 kali sejak August 2006
Donation & Report
Dukungan
Power by
Sekat Aids Sulteng Memperluas Respond Dilaksanakan oleh: Sekat Aids Sulteng Dilaksanakan pada: Februari 2009
Stigma seringkali menjadi sebuah alat justifikasi atas perlakuan diskriminatif terhadap kaum minoritas. Marginalisasi kelompok-kelompok minoritas yang terstigma juga perlahan-lahan akan mengaburkan keberadan mereka sebagai individu dan warga negara yang memiliki seperangkat hak sebagaimana diatur dalam undang-undang No. 39 Thn. 1999 tantang Hak Asasi Manusia. Keprihatinan atas kentalnya stigma dan diskriminasi terkait Hiv/Aids yang memang belum menjadi issu sentral dalam penanggulangan Hiv/Aids di Sulawesi Tengah inilah yang kemudian membuat aliansi Sekat Aids (Solidaritas Masyarakat Untuk Aids dan Narkoba) Sulteng merasa perlu untuk membangun kesepahaman, menjalin komunikasi yang lebih intens, dan mengembangkan kemitraan yang lebih kongkrit dengan berbagai pihak baik secara langsung maupun tak langsung bersentuhan dengan permasalahan ini dengan mengunjungi beberapa institusi strategis yang selama beberapa tahun terakhir dianggap belum mengintegrasikan program-programnya dengan permasalahan Hak Asasi Manusia terkait Hiv/Aids secara memadai.
Dengan maksud memperluas respon penanggulangan Hiv/Aids terutama dalam rangka mewujudkan lingkungan yang kondusif dan lebih manusiawi, Sekat Aids Sulteng memulai agenda kunjungannya kepada salah satu LSM yang bergerak dibidang advokasi dan pendampingan hukum bagi kelompok marginal yaitu Perhimpunan Bantuan Hukum Rakyat (PBHR) Sulteng pada hari senin, 9 Februari 2009, jam 4.30 sore dan di terima oleh Bpk. Muammar A. Koloi selaku Direktur Operasional PBHR Sulteng beserta pengurus lainnya. Sementara dari aliansi Sekat Aids Sulteng di wakili oleh 10 orang utusan yang berasal dari Manpa Stain Palu, eLsam Pertanian Untad Palu, Exit Community Sulteng, Ganpa Stmik Adhiguna Palu, dan Aids Support Center Sulteng. Kunjungan yang berlangsung selama ±1 jam tersebut lebih banyak mendiskusikan tentang komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang kondusif dan lebih manusiawi terhadap upaya penanggulangan Hiv/Aids terutama seputar permasalahan Hak Asasi Manusia dan diskriminasi yang masih sering dialami Odha.
Selanjutnya, pada hari Jumat, 13 Februari 2009, jam 3.00. sore, aliansi Sekat Aids Sulteng mengunjungi Badan Narkotika (BNP) Propinsi Sulawesi Tengah. Kunjungan ini terasa begitu penting sehubungan dengan akan berubahnya bentuk kelembagaannya menjadi SKPD. Pertemuan yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut mendiskusikan banyak hal terkait berbagai kebijakan program BNP Sulteng yang menurut aliansi Sekat Aids Sulteng belum begitu maksimal terutama yang berkaitan dengan kemitraan. Kepala Pelaksana Harian BNP Sulteng, Bpk. Drs. A. Silaban, yang menerima kedatangan rombongan Sekat Aids Sulteng juga mengakui hal tersebut. Ada 2 hal penting yang menjadi penekanan aliansi Sekat Aids Sulteng pada pertemuan tersebut. Pertama, yaitu implementasi Mou antara Ketua BNN dan Ketua KPA Nasional. Kedua, terapy rehabilitasi dan layanan kesehatan bagi napi Narkoba di Lapas terkait Harm Reduction. Selain itu, Sekat Aids Sulteng juga mendorong BNP Sulteng untuk lebih memperkuat kemitraannya dengan kelompok-kelompok masyarakat guna memaksimalkan
Akhirnya, pada hari Rabu, 18 Februari 2009, jam 3.00. sore, aliansi Sekat Aids Sulteng pun mengunjungi Kantor Perwakilan Komnas HAM Propinsi Sulawesi Tengah. Kedatangan rombongan aliansi Sekat Aids Sulteng yang berjumlah 10 orang tersebut diterima langsung oleh ketua perwakilan Komnas HAM Sulteng, Bpk. Dedi Askari beserta anggota Komnas Ham Sulteng lainnya. Pertemuan yang berlangsung hampir 2 jam itu lebih banyak membahas seputar permasalahan Hiv/Aids ditingkat lokal khususnya potensi pelanggaran HAM terkait Hiv/Aids. Pada kesempatan itu juga, Dedi Askari selaku ketua perwakilan Komnas HAM Sulteng mengakui bahwa selama ini Komnas HAM Sulteng memang belum pernah secara spesifik melakukan analisis maupun pengkajian tentang permasalahan HAM terkait Hiv/Aids. “Hal itu disebabkan karena masih enggannya pihak-pihak korban pelanggaran HAM dari orang Hiv positif yang melaporkan kasusnya,” ungkap Dedi Askari. Ditambahkannya bahwa pihak Komnas HAM Sulteng memberikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan itu dan sangat berterima kasih karena kedatangan aliansi Sekat Aids Sulteng telah memberikan wacana baru yang sangat penting sebagai referensi awal untuk melakukan analisis dan pengkajian lebih lanjut guna mengupayakan adanya perlindungan dan penegakkan Hak Asasi Manusia terkait dengan permasalahan Hiv/Aids khususnya di Sulawesi Tengah.
Dari rangkaian kunjungan aliansi Sekat Aids Sulteng tersebut ada beberapa catatan penting tentang komitmen bersama dalam rangka mewujudkan lingkungan yang kondusif terhadap penanggulangan Hiv/Aids kedepan. Pertama, terbangunnya kesepahaman dan terbukanya akses kemitraan serta kerja sama dengan PBHR Sulteng, BNP Sulteng dan Komnas HAM Sulteng dalam upaya penanggulangan Hiv/Aids di Sulawesi Tengah khususnya dalam rangka penghapusan stigma dan diskriminasi terkait Hiv/Aids. Kedua, lahirnya komitmen bersama untuk penanggulangan Hiv/Aids khususnya dalam rangka mewujudkan lingkungan yang kondusif terhadap penanggulangan Hiv/Aids kedepan.
Dari rangkaian agenda kunjungan yang di motori oleh Manpa Stain Palu, eLsam Pertanian Untad Palu, Exit Community Sulteng, Ganpa Stmik Adhiguna Palu, dan Aids Support Center Sulteng tersebut, aliansi Sekat Aids Sulteng berencana akan menindaklanjuti hasil kunjungan tersebut dalam bentuk Focuss group Discussion guna lebih menggalang komitmen serta merumuskan agenda-agenda kongkrit dalam rangka memperluas respon dan tanggapan guna mewujudkan lingkungan yang kondusif dan lebih manusiawi terhadap penanggulangan Hiv/Aids di Sulawesi Tengah.