Lilin Kenangan dipersembahkan untuk:
"saudaraku yang terpuruk dalam keputus asaan karena hiv dan aids, percacalah, kamu tidak sendiri, karena masih ada kita-kita yang hidup dalam kepedulian kepada sesama. Tetaplah tegar menatap hari esok dengan penuh optimisme bahwa penderitaan kalian adalah sumber hidup bagi anak dan cucu kita kelak. " oleh: Charles Padang
Papua
Saat ini ada 60 tamu, 0 anggota dan Hari ini dikunjungi oleh 186 tamu/anggota
Pengunjung
Site ini telah dikunjungi 5114249 kali sejak August 2006
Donation & Report
Dukungan
Power by
MRAI 2009 SEKAT AIDS SULTENG Dilaksanakan oleh: SEKAT AIDS SULTENG Dilaksanakan pada: Mei 2009
Dialog Terbuka Sekat Aids Sulteng
Aksi Solidaritas
Mrai-2009 Sekat Aids Sulteng
Dalam
menyambut momen International Aids Candlelight Memorial 2009 kali ini, Aliansi
Solidaritas Masyarakat Untuk Aids & Narkoba Sulawesi Tengah (SEKAT AIDS
SULTENG) yang merupakan gabungan dari sekitar 21 organisasi yang terdiri dari MANPA
Stain Datokarama Palu, eLSAM Untad Palu, eLSAM Fakultas Pertanian Untad Palu, Persatuan
Siswa Untuk Aids & Narkoba Sulawesi Tengah (PESAN SULTENG), Generasi Anti
Narkoba & Peduli Aids Sulteng (GANPA STMIK Adhi Guna) Palu, BEM Stmik AG Palu, BEM
Amik Tri Dharma Palu, PARIGI Community, RKP Palu, Glory Of
Emo, Laskar Anti Narkoba (LAN) SMU 1 Palu, Kerabat Kotak Palu, Revolution Team
Palu, Basic Community, KPPL Palu, Exit Community Sulteng, Forum Lay Konselor (FKST)
Sulteng, Youth ASC Sulteng, dan Aids Support Center (ASC) Sulteng, juga turut ambil bagian dalam melaksanakan berbagai
kegiatan sebagai bagian penting dari eksistensi peran dalam upaya
penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah. Sesuai
dengan tema internasional kali ini ”Together, We Are The Solution”, maka Sekat
Aids Sulteng berupaya menggalang Kepedulian segenap masyarakat Sulawesi Tengah
khususnya Kota Palu sebagai bagian dari suara dan solidaritas internasional
dalam menyuarakan PENGHAPUSAN DISKRIMINASI terhadap Orang Dengan Hiv/Aids, Kapanpun,
Dimanapun, dan dalam bentuk apapun.
Secara
khusus juga SEKAT AIDS mengangkat tema lokal “Berbuat Yg Lebih Berarti, Untuk
Hidup Yg Lebih Bermakna”, dengan maksud memberikan spirit dan dukungan semangat
bagi Orang Dengan Hiv/Aids (ODHA) yang saat ini hidup dan berjuang melawan
ganasnya virus Hiv ditengah kentalnya Stigma dan Diskriminasi, agar mereka tahu
bahwa MEREKA TIDAK SENDIRI.
Mengawali paket kegiatan Malam Renungan Aids
Internasional 2009, Aliansi SEKAT AIDS SULTENG menggelar Dialog Terbuka dengan
mengundang segenap lembaga-lembaga jaringan Sekat Aids Sulteng pada hari
Minggu, 10 Mei 2009 bertempat di Aula Stain Datokarama Palu. Selaku organisator
pelaksana kegiatan MRAI Sekat Aids Sulteng tahun ini, Mahasiswa Anti Narkoba
& Peduli Aids (MANPA) Stain Datokarama Palu yang didukung sepenuhnya oleh
pihak Stain Datokarama Palu menghadirkan pembicara tunggal yaitu Organisator
Sekat Aids Sulteng, Riki Muhammad Lahia dari Aids Support Center. Dialog ini di
gelar dengan tujuan untuk memberikan pemahaman tentang makna dan hakekat dari
peringatan Malam Renungan Aids Internasional (MRAI) dan keterkaitan tentang
permasalahan Hiv/Aids dan Hak Asasi Manusia.
Seminggu kemudian, tepatnya
pada 16 Mei 2009, dilaksanakanlah puncak peringatan Malam Renungan Aids Internasional
2009 Aliansi SEKAT AIDS SULTENG dengan menggelar Aksi Solidaritas Peduli. Aksi
peduli yang di gelar tepat pada malam minggu tersebut diikuti oleh gabungan
sekitar 21 lembaga dan organisasi-organisasi dari berbagai kalangan yang
sebagian besar adalah para pelajar dan mahasiswa. Sekitar 120-an massa memenuhi
jalanan pusat kota dengan membentangkan spanduk dan slogan-slogan stop
diskriminasi. Sekitar 4000-an selebaran yang memuat himbauan untuk penghapusan
Stigma dan Dikrimiasi dibagikan kepada masyarakat Kota Palu, khususnya para
pengguna jalan disepanjang rute yang dilewati. Hingga akhirnya, sebagai bagian
penutup dari rangkaian paket MRAI’2009 SEKAT AIDS SULTENG tepat pada pukul
21.00 waktu setempat dilakukanlah perenungan di Lapangan Basket Taman Gor Palu.
Sekitar 120-an remaja memadati lapangan basket sambil duduk melantai membentuk
lingkaran dengan ratusan lilin dan obor dinyalakan disekitaran areal
pelaksanaan untuk memberikan kesan khidmat kepada semua yang hadir ditempat
itu. Sementara itu, pesan penting yang disuarakan oleh SEKAT AIDS SULTENG
sebagaimana termuat dalam selebaran yang disebar ke masyarakat malam itu adalah
himbauan untuk bersama-sama menghapus Stigma dan Diskriminasi serta Memberikan Wajah Yang Lebih
Manusiawi terhadap permasalahan Hiv/Aids karena Kami berpikir bahwa “YANG HARUS KITA PERANGI adalah VIRUSNYA, BUKAN
ORANGNYA”