<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>
<rss version="2.0" 
  xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
  xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
  xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
  xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#">

<channel>
<title>Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community</title>
<link>http://www.aids-ina.org</link>
<description>Sharing Knowledge and Facilitating Network for HIV and AIDS in Indonesia</description>
<dc:language>en-us</dc:language>
<dc:creator>administrator@aids-ina.org</dc:creator>
<dc:date>2010-03-12T03:38:41+07:00</dc:date>

<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
<sy:updateBase>2010-03-12T03:38:41+07:00</sy:updateBase>

<image>
<title>Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community</title>
<link>http://www.aids-ina.org</link>
<url>http://www.aids-ina.org/files/images/AIDsina.jpg</url>
<width>160</width>
<height>160</height>
<description>Sharing Knowledge and Facilitating Network for HIV and AIDS in Indonesia</description>
</image>
<item>
<title>Ladang bagi Kebijakan yang membawa Kebajikan</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=2854</link>
<description>&lt;strong&gt;Oleh: Ciptasari Prabawanti&lt;/strong&gt;, &lt;em&gt;Praktisi di bidang HIV dan AIDS, Lingkar Studi Perubahan Perilaku&lt;br /&gt;
&lt;/em&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang anak belajar berjalan diawali dari mendongakkan kepala, mengangkat badan, merangkak, merambat, melangkah, jatuh, melangkah lagi, hingga akhirnya berjalan, bahkan berlari.  
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sebuah komunitas istimewa melakukan hal serupa.  Mereka belajar bagaimana mengelola masyarakat agar mampu menjaga &amp;rsquo;kesehatan&amp;rsquo; diri.  Merapatkan barisan, membagi tugas, mengidentifikasi masalah, membangun kesadaran diri, membangun komitmen, membuat kesepakatan, menyusun peraturan dan menerapkannya, melakukan kontrol, mengevaluasi dan mencoba kembali, begitu seterusnya.  Bukan proses dan hasil yang serta merta sempurna, namun tanpa disadari, mereka telah menjalankan fungsi-fungsi esensial dalam kesehatan masyarakat.</description>
<guid isPermaLink="false">2854@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Ladang bagi Kebijakan yang membawa Kebajikan</dc:subject>
<dc:date>2010-02-22T18:04:33+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Pendekatan Multilevel dalam Upaya Penanggulangan IMS di Kalangan PSK</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=2711</link>
<description>&lt;strong&gt;Oleh: Ciptasari Prabawanti&lt;/strong&gt;, &lt;em&gt;Praktisi di bidang HIV dan AIDS, Lingkar Studi Perubahan Perilaku&lt;/em&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Awalnya hanyalah upaya sederhana, memberikan edukasi secara individu kepada setiap pekerja seks di lokasi hiburan.  Kalau pun lebih banyak yang berkumpul, terjadi dalam kelompok kecil saja, sebanyak 5 hingga 10 orang.  Kegiatan semacam ini berlangsung dalam waktu cukup lama.  Hingga 6 atau 7 tahun yang lalu, kegiatan semacam ini masih diyakini mampu membuat perubahan perilaku pada mereka yang diedukasi.  Hingga akhirnya disadari, dibutuhkan upaya menyeluruh yang terencana agar perubahan perilaku pada Pekerja Seks Komersial terjadi.</description>
<guid isPermaLink="false">2711@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Pendekatan Multilevel dalam Upaya Penanggulangan IMS di Kalangan PSK</dc:subject>
<dc:date>2010-01-26T17:04:14+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Program Pencegahan HIV Pada Pria berisiko Tinggi Intervensi ke Sopir Truk</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=1256</link>
<description>&lt;strong&gt;Oleh:&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Henri Puteranto,&lt;/em&gt; &lt;/strong&gt;penulis adalah penggiat di isu HIV dan AIDS, anggota Lingkar Diskusi Perubahan Perilaku
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Pendahuluan
&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Data Survielan Terpadu Biologis Perilaku HIV/IMS  (STBP) tahun 2007 oleh Depkes dan BPS menunjuk tingginya kasus infeksi menular seksual (IMS) di kalangan sopir truk. Sopir truk menjadi kelompok yang paling rentan dibanding dengan kelompok pekerjaan lain terhadap bahaya HIV dan AIDS. Situasi ini pernah ditulis menjadi bahan penelitian yang mengenai prilaku seksual oleh Pusat Studi Kebijakan dan Kependudukan bersama Ford Foundation pada tahun 1999. Penelitian tersebut mengungkapkan kerentanan perilaku seksual para sopir truk selama mengendarai truknya. Pertanyaan yang perlu dijawab adalah mengapa sopir truk menjadi kelompok pekerja yang paling rentan, kategori sopir truk mana yang mempunyai perilaku rentan terhadap penularan penyakit ini, serta respon seperti apa yang perlu dilakukan.</description>
<guid isPermaLink="false">1256@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Program Pencegahan HIV Pada Pria berisiko Tinggi Intervensi ke Sopir Truk</dc:subject>
<dc:date>2009-06-17T02:33:44+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>(Seri 6) Skandal Oraquick akan Dilaporkan ke KPK</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=669</link>
<description>Seorang anggota mailing list AIDS-INA, merasa prihatin dan berang &amp;quot;saya melihat ada indikasi penyelewengan dalam pengadaan OQ ini, saya mohon bantuan teman-teman untuk memberikan dukungan bukti-bukti atau saksi terkait masalah ini... &lt;strong&gt;dr. Adi Sasongko, dr. Rita, sdr. Mufid&lt;/strong&gt; dan teman-teman semua, bisakah membantu saya?? saya akan membawa masalah ini ke KPK. &lt;strong&gt;Kartono Mohamad&lt;/strong&gt; juga berkali-kali menyatakan sangat prihatin tentang skandal pengadaan Oraquick di KPA Provinsi DKI Jakarta dan DepKes RI.</description>
<guid isPermaLink="false">669@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>(Seri 6) Skandal Oraquick akan Dilaporkan ke KPK</dc:subject>
<dc:date>2008-03-28T14:37:32+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>(Seri 5) Aktivis LSM memilih bisu terhadap borongan oraquick di DKI</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=651</link>
<description>Tim Peneliti Pusat Penelitian Kesehatan - FKMUI agak berang, karena hasil penelitian dijadikan salah satu alasan penting oleh KPA Provinsi DKI untuk justifikasi memborong Oraquick yang mau expired. Dr.Iwan Ariawan, ketua tim peneliti, menyatakan siap bila diminta mempertanggung-jawabkan metode dan hasil penelitian tersebut.  Iwan juga mendorong agar skandal pembelian diungkap Tuntas. &quot;Hanya orang bodoh saja yang membeli Oraquick yang mau expired&quot;, tegasnya. Seperti kita ketahui bahwa PT. BIOTECH FARMA pemasok tunggal Oraquick yang mendanai penelitian tersebut.</description>
<guid isPermaLink="false">651@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>(Seri 5) Aktivis LSM memilih bisu terhadap borongan oraquick di DKI</dc:subject>
<dc:date>2008-03-13T10:19:53+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>(Seri 4) Apakah Bang Fauzi tahu tentang borongan Oraquick?</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=648</link>
<description>Kasus penyebaran HIV/AIDS di Jakarta semakin meningkat. Sebanyak 2.865 kasus terinfeksi HIV telah ditemukan pada tahun 2007, sebanyak 4.401 terhitung meninggal secara kumulatif sejak ditemukannya kasus HIV di Jakarta. </description>
<guid isPermaLink="false">648@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>(Seri 4) Apakah Bang Fauzi tahu tentang borongan Oraquick?</dc:subject>
<dc:date>2008-03-11T08:05:19+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>(Seri 3): Kenapa KPA DKI anjurkan Oraquick untuk Tes HIV?</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=645</link>
<description>Dengan melimpahnya ketersediaan Oraquick di klinik-klinik layanan tes HIV di wilayah DKI, tes HIV sebenarnya jadi lebih mudah, hanya dengan memeriksa air ludah, dan dalam waktu 20 menit sudah tahu hasilnya.  Gratis dan mungkin tidak perlu konseling. Setiap orang bisa melakukannya dan barangkali tidak perlu tes konfirmasi karena tidak tersedia tes konfirmasi. Di DKI tes HIV yang ada banyak tersedia mungkin hanya Oraquick.
</description>
<guid isPermaLink="false">645@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>(Seri 3): Kenapa KPA DKI anjurkan Oraquick untuk Tes HIV?</dc:subject>
<dc:date>2008-03-10T13:29:16+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>(Seri 2) Heboh Banjir Ora-Quick: Diborong agar Dana Askeskin Turun?</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=644</link>
<description>Salah seorang Petugas Dinas Kesehatan Papua, mengirim SMS, yang menyatakan bawa  sumber ketersediaan reagen tes HIV di Dinas Kesehatan Papua hanya berdasarkan dua sumber: dibeli dengan dana APBD Papua dan kiriman dari subdit HIV-AIDS, DepKes.</description>
<guid isPermaLink="false">644@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>(Seri 2) Heboh Banjir Ora-Quick: Diborong agar Dana Askeskin Turun?</dc:subject>
<dc:date>2008-03-10T12:56:27+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>(Seri 1) Heboh Banjir Kiriman Tes Kit HIV pada Air Ludah: Ora-Quick Test</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=643</link>
<description>Bulan Februari 2008 adalah bulan musim hujan yang sedang memuncak: jakarta kembali kebanjiran. Yang istimewa adalah tahun Tikus ini ada banjir lain, banjir kiriman tes kit HIV, yang merek dagangnya Ora-Quick. Diperkirakan di DKI, ada 22 ribu Ora-Quick tes yang expirednya sekitar bulan sekitar bulan Juni 2008.
</description>
<guid isPermaLink="false">643@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>(Seri 1) Heboh Banjir Kiriman Tes Kit HIV pada Air Ludah: Ora-Quick Test</dc:subject>
<dc:date>2008-03-10T12:40:56+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Kenangan: Surat Pak Harto Alm untuk Keluarga Berisiko Terkena HIV</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=617</link>
<description>&lt;i&gt;
Ketika mantan Presiden Suharto wafat, teman dekatnya yang dekat pada saat tersebut adalah Haryono Suyono, mantan kepala BKKBN dan Menko Kesra.
&lt;br&gt;&lt;br&gt;
Mungkin kita masih ingat, upaya penanggulangan HIV-AIDS belum terfokus, sehingga keluarga menjadi fokus penanggulangan. Dan hebatnya sampai ada ide Pak Harto mengirim surat ke keluarga Indonesia.</description>
<guid isPermaLink="false">617@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Kenangan: Surat Pak Harto Alm untuk Keluarga Berisiko Terkena HIV</dc:subject>
<dc:date>2008-02-06T07:55:02+07:00</dc:date>
</item>

</channel>
</rss>
