<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>
<rss version="2.0" 
  xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
  xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
  xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
  xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#">

<channel>
<title>Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community</title>
<link>http://www.aids-ina.org</link>
<description>Sharing Knowledge and Facilitating Network for HIV and AIDS in Indonesia</description>
<dc:language>en-us</dc:language>
<dc:creator>administrator@aids-ina.org</dc:creator>
<dc:date>2012-02-06T21:37:00+07:00</dc:date>

<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
<sy:updateBase>2012-02-06T21:37:00+07:00</sy:updateBase>

<image>
<title>Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community</title>
<link>http://www.aids-ina.org</link>
<url>http://www.aids-ina.org/files/images/AIDsina.jpg</url>
<width>160</width>
<height>160</height>
<description>Sharing Knowledge and Facilitating Network for HIV and AIDS in Indonesia</description>
</image>
<item>
<title>Penderita HIV/AIDS Naik Tiga Kali Lipat</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=5941</link>
<description>&lt;strong&gt;Sindo&lt;/strong&gt;, 06 Februari 2012
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;JAKARTA&lt;/strong&gt; &amp;ndash; Kasus HIV/AIDS di Indonesia pada 2011 meningkat drastis secara kumulatif sebanyak tiga kali lipat.Anggota Komisi IX DPR Herlini Amran mengatakan, jumlah ini meningkat drastis dibandingkan tahun 2009, yakni 60.000 berbanding 20.000.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Catatan ini, ujar dia, dihimpun dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 30 Juni 2011. &amp;rdquo;Per 30 Juni 2011 ada 26.483 kasus AIDS dan 66.693 kasus HIV. Total ada 93.176 kasus atau 50% dari estimasi nasional. Data Orang dengan HIV/ AIDS (ODHA) 2011 diprediksi mencapai 210.000 orang. Data tersebut dihimpun dari 32 provinsi dan 30 kabupaten/kota di Indonesia,&amp;rdquo; tukas dia kepada SINDOdi Jakarta kemarin. Dengan demikian,pihaknya meminta Kemenkes agar segera memperbaiki kinerjanya terkait penanggulangan dan memerangi penyakit HIV/ AIDS.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Menurut dia,pemerintah masih menghadapi masalah yang sama, dan belum terjadi perubahan signifikan dalam penanggulangan HIV di Indonesia selama 20 tahun belakangan ini. Karena itu,dia menegaskan pemerintah harus terus meningkatkan koordinasi lintas sektor serta sistem monitoring dan evaluasi terkait penanggulangan HIV/AIDS, sehingga terjadi koordinasi yang efektif dalam mendesain dan menerapkan strategi dan intervensi.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;ldquo;Berdasarkan hasil survei perubahan perilaku yang dirilis Kemenkes, 55% dari keseluruhan infeksi baru HIV dan kasus AIDS disebabkan hubungan seks heteroseksual, atau naik 2% dibandingkan lima tahun lalu. Kasus transmisi seksual, termasuk heteroseksual serta laki-laki dengan laki, mencapai angka tertinggi 57,7%,&amp;rdquo;tuturnya. Hal ini, lanjut dia, menambah jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia, disusul pengguna narkoba suntik sebanyak 3,62%. Herlini mendesak pemerintah untuk mengantisipasi pengaruh kampanye global kaum homoseksual untuk menekan penularan HIV/AIDS di kalangan mereka.Pasalnya, 55% infeksi baru HIV dan kasus AIDS disebabkan oleh bubungan seks heteroseksual.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Herlini juga meminta pemerintah harus lebih masif menyajikan hasil surveilans infeksi HIV/AIDS pada kelompok berisi- ko seperti pekerja seks komersial (PSK) dan konsumennya, serta pelaku seks bebas, agar kesadaran masyarakat terhadap ancaman infeksi HIV/AIDS melalui transmisi heteroseksual berisiko semakin meningkat. Sementara itu,Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes Tjandra Yoga Aditama mengutarakan,pihaknya memiliki target penanggulangan HIV/ AIDS seperti menurunkan jumlah kasus baru HIV serendah mungkin,sedangkan targetjangkapanjangyakni zero newinfection.</description>
<guid isPermaLink="false">5941@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Penderita HIV/AIDS Naik Tiga Kali Lipat</dc:subject>
<dc:date>2012-02-06T14:17:56+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Banyak wanita di China menikah dengan pria gay</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=5940</link>
<description>&lt;strong&gt;ANTARA News&lt;/strong&gt;, 06 Februari 2012
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt; - Lebih dari 16 juta wanita di China  menikah dengan pria gay dan mayoritas dari mereka masih malu untuk mengungkapkannya, ungkap sebuah penelitian.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Seperti diwartakan dari medindia ,Penelitian itu dilakukan oleh professor Zhang Bei-chuan dari Qingdao university.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penelitian itu mengungkapkan bahwa nilai-nilai tradisional keluarga di China masih cukup kuat sehingga lebih dari 90 persen pria gay menikah dengan perempuan agar sesuai dengan tuntutan sosial.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Para peneliti menambahkan bahwa mayoritas wanita berjuang untuk tegar dalam hidup mereka tetapi  tetap diam.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penelitian Professor Zhang ditantang oleh beragam kelompok pembela hak kaum gay.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Xiao Dong, seorang pria gay berusia 36 tahun yang mengepalai organisasi masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS mengatakan penelitian itu bisa meningkatkan kebencian terhadap pria gay.</description>
<guid isPermaLink="false">5940@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Banyak wanita di China menikah dengan pria gay</dc:subject>
<dc:date>2012-02-06T14:14:36+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Lokalisasi Kilometer 17 di Balikpapan Ditutup Tahun Depan</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=5939</link>
<description>&lt;strong&gt;Media Indonesia&lt;/strong&gt;, 06 Februari 2012
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;BALIKPAPAN&lt;/strong&gt;: Pemerintah Kota Balikpapan akan menutup lokasi prostitusi Lembah Harapan Baru (LHB) Kilometer 17 di Karang Joang, Balikpapan Utara, pada 2013 mendatang. Tingginya kasus HIV/AIDS di kota ini yang mencapai 489 kasus menjadi alasan penutupan itu. Pada 2011 lalu, ada 90 kasus baru HIV/AIDS.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Wali kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan penutupan akan segera dilakukan mengingat sudah ada kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memulangkan penghuni lokalisasi Kilomter 17 dan diharapkan bisa menekan angka kasus HIV/AIDS yang tiap tahun mengalami kenaikan.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada 2012 ini, pemkot telah menyiapkan anggaran senilai Rp1,6 miliar. Anggaran itu akan digunakan untuk pemberian uang saku kepada setiap PSK senilai Rp2,5 juta per orang. Selain itu, anggaran itu juga akan digunakan untuk menanggung uang makan bagi PSK pascadicabutnya SK wali kota.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;quot;SK ini mulai dicabut awal 2013 nanti setelah rencana tersebut disosialisasikan tahun ini. Sehingga paling lambat 2013 mendatang sudah ditutup, Pemprov Jatim sudah bersedia membantu pemulangan para PSK,&amp;quot; ujarnya, Minggu (5/2)
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Saat ini, pemkot tengah mempersiapkan langkah-langkah penutupan dan pasca penutupan lokalisasi 17 tersebut seperti memberikan pembinaan, pemeriksaan kesehatan, spiritual, hingga pelatihan keahlian, sehingga mereka tidak lagi menjalani kegiatan ini.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dari hasil pendataan terhadap seluruh PSK di awal Januari lalu di lokalisasi itu, diketahui jumlahnya sebanyak 381 yang sebagian besar berasal dari luar Balikpapan, seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Sedangkan, penduduk asli hanya delapan orang saja.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kami tidak ingin tergesa-gesa dalam proses penutupan lokalisasi, Ini perlu proses panjang. Jadi sebelum benar-benar mereka (PSK) dipulangkan ke daerah asalnya,  kita mantapkan dulu, mulai pembinaan, pemeriksaan kesehatan, spiritual hingga dibekali keahlian. Agar mereka tak lagi terjerumus seperi itu setelah tiba di daerah asal,&amp;quot; ujarnya. </description>
<guid isPermaLink="false">5939@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Lokalisasi Kilometer 17 di Balikpapan Ditutup Tahun Depan</dc:subject>
<dc:date>2012-02-06T14:12:07+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Pelabuhan Priok Cegah Masuknya Penyakit Menular </title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=5938</link>
<description>&lt;strong&gt;Suara Karya&lt;/strong&gt;, 06 Februari 2012
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;JAKARTA&lt;/strong&gt;: Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Tanjung Priok menyatakan selalu siaga untuk penanggulangan flu burung dan flu babi dalam pemeriksaan awak kapal maupun muatan di pelabuhan tersebut.&amp;quot;Kami selalu memantau kapal-kapal yang dinyatakan laman atau website Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pandemi atas penyakit tertentu.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
    Karena saat ini flu burung dan flu babi masih dinyatakan Kejadian Luar Biasa, kami terus waspada terhadap penyakit tersebut,&amp;quot; kata Kepala KKP Tanjung Priok dr Azimal MKes kepada wartawan, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (6/2).
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
    Ditambahkan, pemeriksaan terhadap kapal-kapal dari negara asal wabah dilakukan lebih detil. Namun pemeriksaan dilakukan terhadap orang, bukan barang atau produk yang ada dalam kapal tersebut. Jika ada awak kapal yang memiliki gejala serupa dengan flu burung atau flu babi, KKP akan langsung merujuk awak kapal itu ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. &amp;quot;Waktu flu burung mewabah di dunia dan Indonesia, kita pernah mengirimkan 13 suspek ke RSPI Sulianti Saroso Jakarta, meskipun kemudian dinyatakan negatif,&amp;quot; ujar Azimal memberi contoh.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
    Selain flu burung, lanjut Azimal, KKP juga melakukan pemantauan bagi sekitar 14 penyakit menular lainnya antara lain yellow fever (demam kuning), kolera, pes, ebola, SARS, anthrax, malaria dan AIDS. &amp;quot;Kami menggunakan rapid test (tes cepat) untuk memeriksa awak kapal, karena kami juga tidak boleh menghambat jalannya perdagangan barang,&amp;quot; ujarnya.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
    KKP juga bekerja sama erat dengan pihak lain seperti Kementerian Pertanian untuk melakukan karantina hewan dan tumbuhan jika diduga membawa virus penyakit yang sedang mewabah di negara asalnya. &amp;quot;Bahkan waktu gempa di Jepang beberapa waktu lalu, kami melakukan pemeriksaan tingkat radiasi bagi penumpang maupun barang,&amp;quot; katanya.Jika ada kapal yang awaknya menderita penyakit menular, Kantor Syahbandar Pelabuhan akan melarang kapal itu untuk bersandar di pelabuhan.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
    Seperti dikatakan Zulfahmi Syahwal, Karantina (KKP) harus memberikan 'clearance' (surat izin) dahulu, termasuk pihak imigrasi, bea cukai dan Pelindo yang menyediakan fasilitas untuk bongkar muat.&amp;quot;Pelabuhan Tanjung Priok merupakan pelabuhan peti kemas terbesar di Indonesia dengan sekitar 20 ribu kapal berlabuh tiap tahunnya,&amp;quot; kata Zulfahmi seraya menambahkan pertumbuhan peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok saat ini mencapai 24 persen per bulan.</description>
<guid isPermaLink="false">5938@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Pelabuhan Priok Cegah Masuknya Penyakit Menular </dc:subject>
<dc:date>2012-02-06T14:09:34+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Perilaku Heteroseksual Sumbang 55 Persen Infeksi Baru HIV</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=5937</link>
<description>&lt;strong&gt;TRIBUNNEWS.COM&lt;/strong&gt;, 05 Februari 2012 
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;JAKARTA &lt;/strong&gt;- Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Kepri dari FPKS Herlini Amran meminta pemerintah, khususnya Kementrian Kesehatan segera memperbaiki kinerja soal tindakan memerangi penyakit HIV. Penularan HIV/AIDS semakin meningkat dari tahun ke tahun melalui hubungan heteroseksual.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada tahun 2011 kasus infeksi baru HIV/AIDS melalui hubungan heteroseksual meningkat 5 persen dibanding tahun 2009. Kecenderungan tingkat penularan HIV?AIDS masih tinggi terjadi pada kelompok homoseksual.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Herlini meminta Kemenkes untuk meningkatkan sosialisasi khusus komunitas berisiko/rentan yang belum sepenuhnya terprogram secara menyeluruh dan berkesinambungan.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dengan menurunkan prioritas kegiatan promotif memerangi HIV/AIDS yang masih belum terlaksanakan secara maksimal untuk menurunkan laju prevalensi HIV/AID,&amp;quot; katanya seperti tertuang dalam rilis yang diterima Tribunnews.com.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Herlini menyarankan Kemenkes bekerja sama dengan Kemenag dan kemendikbud dalam rangka meningkatkan sosialisasi khusus untuk komunitas beresiko dalam upaya preventif.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;ldquo;Ke depan pemerintah harus lebih masif menyajikan hasil surveilan infeksi HIV/AIDS pada kelompok beresiko seperti pekerja seks komersial dan konsumennya, serta pelaku seks bebas agar semakin meningkat kesadaran masyarakat terhadap ancaman infeksi HIV/AIDS melalui transmisi heteroseksual berisiko. Pemerintah perlu mengantisipasi pengaruh kampanye global kaum homoseksual untuk menekan penularan HIV/AIDS di kalangan mereka,&amp;rdquo; kata Herlini.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Selain itu Herlini menuntut janji Menkes meningkatkan akses terhadap antiretrovial (ARV) bagi para ODHA yang 100% akan didanai APBN mulai 2012.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan sampai ada laporan kekurangan stok ARV di sejumlah RS rujukan, apalagi ditemukan ARV kadarluarsa. Karena ini menyangkut kewajiban negara membantu para ODHA untuk survive dan beraktivitas secara produktif &amp;quot;, tegas Herlini.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Berdasarkan hasil survei perubahan perilaku yang dirilis Kemenkes, Jumlah kumulatif kasus AIDS pada 2011 meningkat 40 ribu dibandingkan tahun 2009 (60 ribu berbanding 20 ribu). Sebanyak 55 persen dari keseluruhan infeksi baru HIV dan kasus AIDS disebabkan oleh hubungan seks heteroseksual, atau naik dua persen dibandingkan lima tahun lalu. </description>
<guid isPermaLink="false">5937@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Perilaku Heteroseksual Sumbang 55 Persen Infeksi Baru HIV</dc:subject>
<dc:date>2012-02-06T14:05:43+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Kalbar Dibantu 25 Dokter Muda </title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=5936</link>
<description>&lt;strong&gt;Harian Equator&lt;/strong&gt;, 04 Februari 2012
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Pontianak&lt;/strong&gt; &amp;ndash; Kalbar kedatangan 25 dokter muda berasal dari Fakultas Kedokteran Untan Pontianak dan dari Universitas Indonesia (UI) yang akan melaksanakan program intensif.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;ldquo;Para dokter muda tersebut rencananya akan melaksanakan magang di Kota Singkawang selama setahun,&amp;rdquo; kata dr Andy Jap, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, kemarin.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalbar menjadi salah satu daerah tujuan program intensif magang profesi dokter. Bahkan telah diluncurkan Kementerian Kesehatan pada Desember tahun lalu. Sebanyak 25 dokter yang terdiri dari empat dokter lulusan Untan Pontianak dan 21 lainnya lulusan Fakultas Universitas Indonesia,&amp;rdquo; ungkap Andy kepada wartawan.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dijelaskan Andy Jap, program intensif ini terbagi dalam dua tahapan, yakni delapan bulan di rumah sakit umum daerah dan empat bulan akan berada di puskesmas. Program yang bertujuan untuk mengenalkan para dokter muda dengan kondisi di daerah seluruh Indonesia ini juga memiliki tujuan bagi dokter lulusan Untan. Tujuannya agar lebih mengenal karakteristik segala bentuk penyakit yang sering diderita masyarakat di Kalbar. &amp;ldquo;Kegiatannya sendiri akan dibuka pada tanggal 8 Februari mendatang,&amp;rdquo; ujar mantan Dirut RS Sanggau ini.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih lanjut Andy Jap mengungkapkan dipilihnya lokasi rumah sakit di Singkawang untuk menjadi tempat magang. Karena sesuai dengan tipe dan standardisasi yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan. Sehingga Dinas Kesehatan Kalbar tidak bisa mengirim para dokter muda tersebut ke daerah perbatasan.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;ldquo;Padahal selama ini diketahui banyak sekali puskesmas di daerah perbatasan yang minim tenaga dokter. Untuk itu Dinas Kesehatan Kalbar menugaskan 33 dokter pegawai tidak tetap (PTT) di 11 kabupaten,&amp;rdquo; jelasnya.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keberadaan 33 dokter PTT tersebut diharapkan dapat mendorong perbaikan kualitas kesejahteraan masyarakat menuju MDGs di daerah terpencil. Menurut Andy Jap, di Kalbar sendiri baru tersedia sekitar 523 dokter umum yang mencakup wilayah kerja. Namun masih dinilai belum ideal.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;ldquo;Dengan bantuan 33 dokter umum PTT yang ditugaskan di 11 kabupaten, diharapkan memenuhi kekurangan tenaga kesehatan di Kalbar. Terkecuali Kota Pontianak, Singkawang dan Sanggau, &amp;ldquo;kata Andy Jap.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dijelaskannya, meskipun jangka waktu penugasan hanya setahun, namun ke 33 dokter tersebut harus memegang beberapa hal prinsip, ketika menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat. Pertama, beradaptasi dengan lingkungan dan budaya setempat. Melayani masyarakat dengan sebaik mungkin, serta melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan pihak-pihak yang berkompeten.</description>
<guid isPermaLink="false">5936@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Kalbar Dibantu 25 Dokter Muda </dc:subject>
<dc:date>2012-02-06T13:11:37+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Melanie Subono: Mulut Pejabat Sini Kudu Disaring</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=5935</link>
<description>&lt;strong&gt;Kapanlagi.com&lt;/strong&gt;, 04 Februari 2012 
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Selain sebagai seorang musisi, Melanie Subono juga menulis sebuah buku, CERITA SEGELAS KOPI yang sempat dibedah di Gramedia, Malang Town Square, Malang, pada hari Jumat (3/2) kemarin. Dalam bukunya itu, pada halaman 160, tertulis 'Saringan Mulut Pejabat'. Untuk hal ini, pada kesempatan bedah bukunya itu, Melanie memberi penjelasan secara gamblang.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena hampir semua pejabat di sini kagak ada saringannya mulutnya. Eee.. alasan gue, gue ga akan pernah nyerang orang dari segi politik, segi hukum atau dari segi apapun, karena gue orang yang punya hati, punya kuping, punya otak, punya mata dan punya perasaan. Alangkah tidak enaknya kalau mulut lu ngomongnya seperti itu,&amp;quot; ujar Melanie mengungkapkan kegelisahannya pada beberapa sosok publik figur yang kerap berbicara sembarangan.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Melanie memang tidak pernah peduli masalah politik ataupun hukum, tapi dia peduli masalah hati dan perasaan. Menurutnya, setiap orang berbicara harus dipikir terlebih dahulu, tentang apa, dan kepada siapa mereka berbicara. Selain itu juga orang tersebut harus tau siapa dirinya sendiri, jika dia seorang pejabat, maka besar kemungkinan kalau kata-katanya akan disorot media dan menimbulkan kontroversi atau sakit hati.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pada saat gue bikin surat terbuka buat Tifatul Sembiring, yang kayaknya satu negara pada kaget gitu. Gue ga peduli dia mau ngapain terserah, dia mau ngelanggar hukum, dia mau korup terserah. Tapi gue tidak suka pada saat dia ngomong, 'Elo kena &lt;strong&gt;AIDS&lt;/strong&gt; karena anu lu dipake sembarangan'. Untuk Seorang menteri, Menkominfo pula, otaknya isinya apa coba? Kalau lu bukan orang yang disorot media, ga apa apa,&amp;quot; imbuh Melanie.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tak hanya Tifatul Sembiring yang menjadi sorotan Melanie. Seorang pejabat lain juga sempat mengecewakan Melanie lewat kata-katanya yang sempat menjadi sorotan media.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Waktu itu juga ada Gubernur Jakarta. Dia pernah bilang 'Elu sih diperkosa di angkot gara-gara lu pake rok mini'. Kita semua punya pikiran itu di otak kita, pasti! Tapi pasti kita ga bakal ngeluarin. Kalaupun kita ngeluarin ga bakal disorot sama tivi. Sekolah kan bos? Makanya mulut agak disaring sedikit. Menurut gue banyak pejabat kita yang ga punya etika bicara. Tidak menjadikan orang lebih pinter, tidak mendidik,&amp;quot; pungkas Melanie.</description>
<guid isPermaLink="false">5935@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Melanie Subono: Mulut Pejabat Sini Kudu Disaring</dc:subject>
<dc:date>2012-02-06T13:08:50+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Adam Lambert Direkrut Jadi Vokalis Baru Queen!</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=5934</link>
<description>&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&amp;quot;Tidak ada niat saya untuk menggantikan sosok Freddie. Tidak mungkin.&amp;quot;
&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Jaringnews.com&lt;/strong&gt;, 04 Februari 2012
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;AMERIKA SERIKAT&lt;/strong&gt; - Tahun 2009 lalu, saat berkolaborasi dengan Adam Lambert, juara kedua kontes mencari bakat American Idol, gitaris band legendaris Queen, Brian May, sempat melontarkan ide gila. Dia menyatakan keinginannya untuk merekrut Lambert menjadi vokalis tetap Queen.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tiga tahun berlalu, ide itu tampaknya menjadi kenyataan. Lambert resmi mengumumkan dirinya akan menjadi vokalis Queen dalam tur musim panas grup asal Britania Raya ini.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya akan menyanyikan lagu-lagu abadi grup besar ini, untuk menghormati Freddie Mercury (vokalis Queen yang meninggal tahun 1991 karena mengidap &lt;strong&gt;AIDS&lt;/strong&gt;) dan menjaga musik Queen tetap hidup di hati para penggemar,&amp;quot; ujarnya seperti dilansir dari perezhilton.com, Jumat (3/2).
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tak sedikit penggemar Queen yang mencibir keputusan band yang berjaya tahun 70-an hingga 90-an ini untuk memboyong Lambert dalam tur musim panas. Lambert pun mencoba memberikan penjelasan.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya banyak mendengar komentar bahwa saya tidak dapat menggantikan Freddie Mercury. Tidak ada niat saya untuk menggantikan sosok Freddie. Tidak mungkin. Saya hanya melihat ini sebagai sebuah kehormatan. Diajak bergabung dalam tur Queen momen terbaik hidup saya,&amp;quot; ujar pria yang mengaku seorang gay ini.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sikap bijaksana Lambert mungkin bisa membuat sebagian penggemar Queen terenyuh dengan penjelasan Lambert, meski tidak sedikit juga yang mungkin masih tak bisa menerima keputusan Queen.
</description>
<guid isPermaLink="false">5934@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Adam Lambert Direkrut Jadi Vokalis Baru Queen!</dc:subject>
<dc:date>2012-02-06T13:05:44+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Republik Sekong di China Populasi 16 Juta </title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=5933</link>
<description>&lt;strong&gt;INILAH.COM&lt;/strong&gt;, 04 Februari 2012
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Beijing&lt;/strong&gt; - Kasihanilah para wanita China yang dikawin kaum homo. Menurut peneliti terkemuka di China, Jumlah sekong China daratan yang menikahi wanita berjumlah 16 juta orang, atau empat kali lipat populasi Singapura.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Profesor Zhang Bei-Chuan dari Universitas Qing Dao, yang merupakan professor peniliti utama penyebaran AIDS dan HIV, mengatakan 90 persen sekong China daratan terpaksa mengawini wanita demi menjaga tradisi.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tapi perkawinan itu memang karena terpaksa, tulis China Daily Kamis (2/2) kemarin. &amp;ldquo;Tapi para isteri dari pria sekong ini berjuang menghadapi masalah ini dan ini harus diperhatikan,&amp;rdquo; katanya pada hari Rabu (2/2) kemarin.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Xiao Yao, perempuan berusia 29 tahun yang bekerja sebagai redaktur sebuah majalah di Xi&amp;rsquo;an, provinsi Shaanxi, menceraikan suaminya pada 2008. &amp;ldquo;Yang saya tahu, kebanyakan wanita yang dikawin sekong diam-diam sangat menderita karena tidak bisa mencintai isterinya. Seperti saya ini, ya merasa terus tertekan dan dilecehkan suami saya dulu,&amp;rdquo; katanya bercerita.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Xiao sekarang memprakarsai sebuah situs web yang diberinya judul &amp;ldquo;Rumah Bagi Para Isteri Sekong&amp;rdquo;. Sudah ada 1.200 orang yang terdaftar. Xao mendukung mereka dan memberikan nasihat gratis.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;ldquo;Situs web ini membuat mereka merasa tidak lagi sendirian dan merasa diberdayakan karena merasa medapat pilihan situs web yang tepat,&amp;rdquo; katanya.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Profesor Zhang mengatakan pada saat suara kaum wanita apes ini didengar, maka kesadaran publik mulai terasa. Sementara para sekong tentu berfikir sebaliknnya. Rempong, memang.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Xiao Dong, seorang homo berumur 36 tahun yang mengepalai organisasi sipil yang memerangi AIDS/HIV mengritik Profesor Zhang. Katanya: &amp;ldquo;Perkiraan Zhang itu nggak penting dan saya rasa risetnya nggak berguna.&amp;rdquo;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sekong kawin atau tak kawin sebenarnya masih sulit dilacak, karena itu sulit memproyeksikan populasi sekong yang kawin dengan kalkulasi sederhana, kata Xiao
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Malah kalau makin diekspose bisa menyebabkan publik salah memahami atau malah menimbuklkan diskriminasi sosial terhadap pria gay,&amp;rdquo; katanya lagi.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tapi menurut pria asal Beijing yang bernama Meng Lin, ia percaya perkiraan Profeseor Zhang benar adanya. &amp;ldquo;Saya sendiri kawin dengan wanita selama bertahun-tahun. Tapi kami akhirnya bubar, karena saya mengidap HIV positif,&amp;rdquo; gay berumur 50 tahun ini.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Ia terus terang bilang kepada isterinya, bahwa dirinya sekong, &amp;ldquo;Sekong dan isteri sekong keduanya adalah korban dari diskriminasi sosial dan stigma. Karena itu, kita tidak boleh menyalahkan salah satu pihak,&amp;rdquo; ujarnya.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Wang Yu, bukan nama sebenarnya, berumur 27 tahun, mengaku tidak mau mengawini wanita, tapi suatu saat pasti akan mengawini wanita demi perasaan orang tuanya.</description>
<guid isPermaLink="false">5933@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Republik Sekong di China Populasi 16 Juta </dc:subject>
<dc:date>2012-02-06T13:01:35+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Lima Balita di Sikka Idap HIV/AIDS</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=5932</link>
<description>&lt;strong&gt;Media Indonesia&lt;/strong&gt;, 04 Februari 2012
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;MAUMERE&lt;/strong&gt;: Penyebaran HIV/AIDS di kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, mulai mengkhawatirkan. Hingga awal 2012, 360 warga Sikka mengidap HIV/AIDS, lima diantaranya balita dan satu orang ibu hamil.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kini Dokter dan pendamping ODHA di kabupaten tersebut berkonsentrasi memulihkan kondisi lima balita pengidap penyakit mematikan tersebut.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Lince Holsen, dokter klinik HIV AIDS VCT Tc Hillers Maumere, Jumat (3/2), mengatakan dari jumlah pengidap HIV/AIDS tersebut 226 adalah pria dan sisanya perempuan. Ia mengatakan  kasus HIV/AIDS di Sikka terus meningkat dari tahun ke tahun. </description>
<guid isPermaLink="false">5932@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Lima Balita di Sikka Idap HIV/AIDS</dc:subject>
<dc:date>2012-02-06T12:58:48+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>CEO Apple Galang Sumbangan USD 100 Juta </title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=5931</link>
<description>&lt;strong&gt;Detik&lt;/strong&gt;, 03 Februari 2012
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Cupertino - Tim Cook membawa perubahan di perusahaan Apple semenjak kepemimpinannya. Tidak seperti alamarhum Steve Jobs yang anti amal, CEO Apple yang baru ini tenyata cukup dermawan dan baru saja melakukan donasi ratusan juta dolar.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dikutip detikINET dari Cnet, Jumat (3/2/2012), Cook mengatakan bahwa sumbangan tersebut diberikan pada sejumlah layanan publik seperti rumah sakit. Donasi ini juga diberikan pada yayasan bernama Product RED yang bergerak di bidang penanggulangan &lt;strong&gt;AIDS&lt;/strong&gt;, tuberkolosis dan malaria.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Total sumbangan itu sendiri dilaporkan mencapai USD 100 juta. Cook memang berbeda dengan mendiang Jobs yang dikenal menolak menyumbangkan uang. Bagi Jobs, kala itu, hal tersebut hanya buang-buang waktu.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tak hanya beramal, pemegang tampuk kepemimpinan Apple ini juga turut memanjakan karyawan-karyawannya. Bagi orang dalam yang membeli produk-produk Apple, akan diberikan diskon yang lumayan besar.</description>
<guid isPermaLink="false">5931@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>CEO Apple Galang Sumbangan USD 100 Juta </dc:subject>
<dc:date>2012-02-06T12:55:30+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>KPA PPU Temukan Pasutri Mengidap HIV/AIDS</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=5930</link>
<description>&lt;strong&gt;TRIBUNNEWS.COM&lt;/strong&gt;, 03 Februari 2012 
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;PENAJAM &lt;/strong&gt;- Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menemukan pasangan suami istri (pasutri) yang terjangkit HIV/AIDS.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Ketua KPA PPU, Jodi menjelaskan, pasutri ini mengidap penyakit tersebut karena hubungan seksual yang dilakukan si suami sehingga istrinya terjangkit.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi istrinya ini terjangkit dari suaminya,&amp;quot; ucap Jodi.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jodi mengatakan, dengan adanya tambahan dua pengidap maka sudah tercatat ada 16 pengidap HIV/AIDS di PPU.</description>
<guid isPermaLink="false">5930@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>KPA PPU Temukan Pasutri Mengidap HIV/AIDS</dc:subject>
<dc:date>2012-02-06T12:53:00+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>ODHA Dilarang Makan Pedas</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=5929</link>
<description>&lt;strong&gt;Okezone.com&lt;/strong&gt;, 03 Februari 2012
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 
&lt;strong&gt;SELAIN&lt;/strong&gt; wajib mengonsumsi tiga jenis obat setiap hari, orang yang mengalami HIV/AIDS (ODHA) harus mengikuti aturan dokter, termasuk pantangan makan.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  
Begitu berdasarkan testimoni salah satu ODHA asuhan aktivis AIDS, Baby Jim Aditya. Adalah Mirza Revilia (33), ibu satu anak yang sudah melalui 10 tahun hidupnya menjadi ODHA. Memerhatikan apa yang dikonsumsi, dapat membuat ODHA menjalani hidupnya lebih baik.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  
&amp;ldquo;Jadi, ODHA banyak pantangan makan. Selain tidak boleh makan di pinggir jalan seperti pecel lele, tidak boleh terlalu pedas dan harus benar-benar matang,&amp;rdquo; kata Mirza yang ditemui di Candi Prambanan, Hotel Sahid Jaya, Jakarta, belum lama ini.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  
Dari pengalaman Mirza, sayur-mayur lalapan tidak matang yang umum disediakan penjaja pecel lele dapat menularkan bakteri berbahaya pemicu diare.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  
&amp;ldquo;Seperti terakhir saya makan bakso pakai sambal terlalu banyak, langsung selama 2 hari tidak bisa bangun. Diare pun terjadi setiap menit dan terasa menyiksa. Begitu juga dialami teman saya yang makan sate kambing kurang matang,&amp;rdquo; sahut wanita berjilbab ini.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 
Dijelaskan Mirza, obat diare yang diperuntukkan bagi orang tanpa HIV/AIDS tidak akan mempan untuk ODHA.</description>
<guid isPermaLink="false">5929@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>ODHA Dilarang Makan Pedas</dc:subject>
<dc:date>2012-02-06T12:50:51+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Josrizal Zain-Syamsul Bahri, Beraksi Untuk Negeri</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=5928</link>
<description>&lt;strong&gt;Padang Ekspres&lt;/strong&gt;, 03 Februari 2012
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
September 1999, sebanyak 189 kepala negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa berkumpul di New York, Amerika Serikat. Mereka menyepakati 8 butir tujuan pembangunan tahun 2015. Kesepakatan itu dikenal dengan nama Millennium Development Goals atau MDGs. Sebagian juga menyebut dengan nama deklarasi milenium.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sejak deklarasi milenium didengungkan, otomatis, 8 butir tujuan pembangunan mesti serius dijalankan oleh 189 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. Delapan tujuan itu adalah memberantas kemiskinan dan kelaparan, mencapai pendidikan untuk semua dan menurunkan angka kematian anak.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Berikutnya, mendorong kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan,  memastikan kelestarian lingkungan hidup, meningkatkan kesehatan ibu, mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan serta memerangi &lt;strong&gt;HIV/AIDS&lt;/strong&gt;, malaria dan penyakit menular lainnya.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Indonesia, sebagai salah satu negara yang ikut deklarasi di New York, telah berupaya mewujudkan target-target MDGs. Namun, kemajuan yang dicapai belum merata.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;rdquo;Ada beberapa target lain tidak mungkin tercapai, tanpa terobosan dan kerja keras berskala nasional,&amp;rdquo; kata Prof Dr dr Nila Djuwita Moeloek dari Kantor Urusan Khusus Presiden.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Hal ini juga dibenarkan Wakil Presiden Boediono. &amp;rdquo;Masih ada 3 target yang ketinggalan kereta. Ketiga target itu adalah angka kematian ibu, penanggulangan &lt;strong&gt;HIV/AIDS&lt;/strong&gt;, serta akses air minum dan sanitasi. Mari kita bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan itu,&amp;rdquo; ujar Pak Bud, wakil presiden yang sederhana itu.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Di tengah seruan Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono untuk mengejar ketertinggalan 3 target, Kota Payakumbuh di Provinsi Sumbar justu sudah lama berbuat. Akses air minum dan sanitasi yang belum tercapai di daerah, di Payakumbuh sudah lama terwujud.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Menurut Wali Kota Payakumbuh Josrizal Zain dan Wakil Wali Kota Syamsul Bahri, tahun ini saja Payakumbuh  menganggarkan dana buat  program sanitasi Rp13,37 miliar. Sementara tingkat nasional, anggaran buat kegiatan yang sama berada pada Rp12,1 Trilun. 
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dibanding jumlah penduduk Payakumbuh yang sudah mencapai 128 ribu jiwa, berarti anggaran sanitasi buat warga Payakumbuh sudah mencatat Rp55 ribu per jiwa. Sedangkan di tingkat nasional baru mencatat Rp5 ribu dan angka WHO baru Rp47 ribu.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;rdquo;Anggaran yang berpihak pada pencapaian target sasaran pembangunan milenium seperti sanitasi ini, bukan kita buat tahun 2012 saja. Sejak 6 sampai 7 tahun berturut-turut, sudah kita alokasikan bersama DPRD,&amp;rdquo; ujar Josrizal Zain.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sedangkan di bidang air bersih, Payakumbuh menurut Syamsul Bahri, punya program zona air minum prima atau air yang bisa diminum di kran tanpa harus dimasuk. Program ini sudah menyentu 2.500 sambungan rumah pada 10 kelurahan. Sementara, total pelanggan PDAM Payakumbuh sudah mencapai 18.400 atau 93,4 persen dari  penduduk.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;rdquo;Target MDGs sendiri, hingga 2015 untuk  pelayanan air bersih, hanya 80 persen. Kita di Payakumbuh, sudah 93,4 persen. Dua tahun mendatang, kita optimis, air PDAM siap minum sudah 100 persen. Yang jelas, kita bersyukur atas penghargaan ini,&amp;rdquo; ujar Josrizal dan Syamsul Bahri.</description>
<guid isPermaLink="false">5928@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Josrizal Zain-Syamsul Bahri, Beraksi Untuk Negeri</dc:subject>
<dc:date>2012-02-06T12:47:45+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Tekan Kematian Ibu-Bayi, Serius Urus HIV/AIDS</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=5927</link>
<description>&lt;strong&gt;Padang Ekspres&lt;/strong&gt;, 03 Februari 2012
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Tidak&lt;/strong&gt; hanya serius mengurus air bersih dan sanitasi, Kota Payakumbuh juga serius menekan angka kematian ibu dan bayi yang merupakan bagian dari deklarasi milenium. Turunnya angka kematian ibu dan bayi di Payakumbuh, bukan sekedar cerita belaka. Penghargaan Kota Sehat dari Menteri Kesehatan yang diraih sejak tahun 2005 sampai 2011 menjadi buktinya.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
 &amp;ldquo;Angka kematian bayi maupun balita per 1000 kelahiran hidup di Payakumbuh  memang menurun. Begitupula dengan angka kematian ibu melahirkan per 100.000 kelahiran hidup. Dan tidak kalah penting, Payakumbuh sejak tahun 2004 sudah memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh warga,&amp;rdquo; ujar Kepala Dinas Kesehatan dr Mery Yuliesday.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
 Merry mengatakan, cakupan Kelurahan Universal Child Immunisation di Payakumbuh sudah 100 persen. Begitupula dengan cukupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan dari keluarga miskin.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;ldquo;Cakupan Balita gizi buruk mendapat perawatan sudah 100 persen. Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat sudah 100 persen. Penanganan penderita penyakit AFP sudah 100 persen.  Penanganan penderita TB BTA positif sudah 100 persen. Penanganan penderita DBD sudah 100 persen,&amp;rdquo; beber Merry.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Begitupula dengan penanganan penderita diare sudah 100 persen. Cakupan kunjungan ibu hamil K-4 meningkat. Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani meningkat. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan meningkat.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Cakupan pelayanan nifas membaik. Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani membaik. Cakupan kunjungan bayi membaik. Cakupan pelayanan anak Balita membaik. Cakupan peserta KB aktif membaik. Cakupan pelayanan gawat darurat level I yang harus diberikan sarana kesehatan membaik.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;ldquo;Cakupan kelurahan siaga aktif meningkat. RSUD Adnan WD Payakumbuh, telah memperoleh pengakuan akreditasi 16 pelayanan kesehatan dari Menteri Kesehatan sejak Februari 2010. Semua itu, menandakan mengurus sektor kesehatan,&amp;rdquo; kata Merry.</description>
<guid isPermaLink="false">5927@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Tekan Kematian Ibu-Bayi, Serius Urus HIV/AIDS</dc:subject>
<dc:date>2012-02-06T12:44:30+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Kenaikan Penyebaran AIDS di Kudus Tinggi</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=5926</link>
<description>&lt;strong&gt;Suaramerdeka.com&lt;/strong&gt;, 03 Februari 2012
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;KUDUS&lt;/strong&gt; - Penyebaran AIDS di Kabupaten Kudus terbilang cukup mengkhawatirkan. Merujuk pada tahun 2011 lalu, pada Februari jumlah pengidap AIDS sebanyak 34 orang, namun pada Juni jumlahnya melonjak menjadi sekitar 70-an.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Ketua Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat (PIKM) Kudus Muhammad Saifuddin mengutarakan hal itu, Jumat (3/2). &amp;quot;Kenaikan pengidap AIDS di Kudus cukup tinggi. Tahun lalu, kenaikannya sungguh sangat mengagetkan,&amp;quot; katanya.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sebagai upaya menekan penyebaran penyakit yang menyerang kekebalan tubuh tersebut, PIKM bersama dengan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) pun gencar menyosialisasikan bahaya AIDS ini. &amp;quot;Tidak hanya di kalangan orang dewasa, penyakit
ini juga harus diwaspadai penularannya di kalangan usia produktif, yakni mereka yang berumur antara 15 hingga 24 tahun,&amp;quot; ujarnya.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Salah satu organisasi yang seringkali menggelar sosialisasi bahaya aids di sekolah-sekolah SMA di Eks Karesidenan Pati, ini pun tergerak melebarkan sayap untuk menyosialisasikan bahaya aids hingga siswa SMP. </description>
<guid isPermaLink="false">5926@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Kenaikan Penyebaran AIDS di Kudus Tinggi</dc:subject>
<dc:date>2012-02-06T12:41:18+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>145 Calon TKI Positif HIV</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=5925</link>
<description>&lt;strong&gt;Suaramerdeka.com&lt;/strong&gt;, 03 Februari 2012
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;SEMARANG&lt;/strong&gt; - Sebanyak 145 dari 105 ribu calon tenaga kerja Indonesia (TKI) positif terkena virus human immunodeficiency virus (HIV) saat menjalani tes kesehatan di sebuah laboratorium di Cilacap. Temuan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) ini terjadi selama bulan April 2010-November 2011 saat melakukan seleksi penerimaan tenaga kerja.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Guna mengantisipasi, Dinas Kesehatan Jateng dan BP3TKI kini sepakat memberikan pelatihan HIV/ AIDS terhadap calon TKI sebelum resmi diberangkatkan ke luar negeri.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kemarin, kami telah bertemu dengan BP3TK I untuk membahas persoalan ini. Hasil pertemuan yang disepakati bersama, instruktur pelatihan TKI diminta untuk memberikan pelatihan tentang bahayanya HIV/ AIDS,&amp;quot; kata Kepala Dinas Kesehatan Jateng dr Anung Sugihantono MKes usai mengikuti rapat dengar pendapat dengan anggota Komisi E DPRD Jateng di gedung berlian, Jumat (3/2).
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pihaknya mengaku tidak mengetahui secara persis asal TKI yang terkena HIV tersebut. Yang jelas, persoalan ini harus dipahami sebagai satu peringatan supaya bisa dicarikan penyelesaiannya. Mereka yang positif HIV ini bisa saja merupakan bekas TKI sepulang dari perantauan. Selanjutnya, mereka kembali mendaftarkan diri untuk menjadi calon tenaga kerja Indonesia lagi.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, kasus HIV/ AIDS selama 2006- 2011 mencapai 4.299. Dari jumlah itu, yang sudah meninggal dunia ada 555 orang penduduk Jateng. Data kasus HIV/ AIDS yang dihimpun Dinkes itu jauh lebih sedikit dibandingkan dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Menurut Anung, lembaga lain memang memiliki cara tersendiri yang tidak bisa dipaksakan institusinya. Sebagai contohnya, institusinya tidak bisa dipaksakan masuk kerja ke diskotik.  
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Anggota Komisi E DRPD Jateng Endang Maria menyatakan, perlu sosialisasi HIV/ AIDS tidak hanya difokuskan kepada kaum perempuan, melainkan juga laki-laki. &amp;quot;Sosialisasi yang ada selama ini lebih banyak pada ibu-ibu, ini keliru. Semestinya, ini (sosialisasi-red) juga banyak dilakukan untuk bapak-bapak yang terkadang 'jajan' di luar,&amp;quot; tandas politisi Partai Golkar tersebut. Diakuinya, kaum lelaki juga berisiko menularkan virus atau penyakit mematikan itu kepada isterinya yang tidak mengetahui apa-apa. </description>
<guid isPermaLink="false">5925@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>145 Calon TKI Positif HIV</dc:subject>
<dc:date>2012-02-06T12:38:44+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>HIV/AIDS: Walah, 145 TKI Perempuan Asal Jateng Positif HIV/AIDS</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=5924</link>
<description>&lt;strong&gt;Solo Pos&lt;/strong&gt;, 03 Februari 2012
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;SEMARANG &lt;/strong&gt;&amp;ndash; Sebanyak 145 tenaga kerja Indonesia (TKI) perempuan asal Jateng dinyatakan terbukti positif mengidap virus HIV/AIDS. Dua di antaranya meninggal dunia, yakni dari Klaten dan Kebumen.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, Anung Sugiantono, mengatakan terungkapknya kasus itu setelah BP3TKI melakukan tes kesehatan terhadap TKI yang akan berangkat ke luar negeri.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;ldquo;Petugas Balai Pelayanan, Penempatan, dan Perlindungan (BP3TKI)  Jateng menemukan adanya ada 145 orang yang positif HIV/AIDS,&amp;rdquo; katanya kepada wartawan usai dengar pendapat dengan Komisi E DPRD Jateng di Gedung Dewan, Jl Pahlawan, Kota Semarang, Jumat (3/2/2012).
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Ditanya asal TKI dan tujuan negaranya, Anung tak menyebutkan karena mengaku tak memilik data sebab yang memegang datanya Balai Pelayanan, Penempatan, dan Perlindungan (BP3TKI) Jateng. &amp;ldquo;Tanya saja kepada BP3TKI Jateng yang punya datanya, Dinkes tak memiliki data TKI,&amp;rdquo; tandasnya.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Terpisah Kepala BP3TKI Jateng, AB Rachman ketika dihubungi wartawan mengatakan, kasus ditemukannya sebanyak 145 TKI perempuan yang positif HIV/AIDS itu hasil cek kesehatan selama April 2010 sampai November 2011.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;ldquo;Kasus HIV/AIDS ini ditemukan setelah tim penanggulangan AIDS BP3TKI Jateng mulai April 2010 melakukan pemeriksaan terhadap calon TKI yang akan berangkat ke luar negeri,&amp;rdquo; jelas dia.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum April 2010, lanjut dia, tak ada pemeriksaan AIDS terhadap calon TKI perempuan yang akan berangkat ke luar negeri.</description>
<guid isPermaLink="false">5924@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>HIV/AIDS: Walah, 145 TKI Perempuan Asal Jateng Positif HIV/AIDS</dc:subject>
<dc:date>2012-02-06T12:36:10+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Komisi IX Akan Awasi Keseriusan Kemenkes Tanggulangi HIV</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=5923</link>
<description>&lt;strong&gt;TRIBUNNEWS.COM&lt;/strong&gt;, 03 Februari 2012 
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;JAKARTA&lt;/strong&gt; &amp;mdash; Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Kepri dari FPKS Herlini Amran meminta Kementerian kesehatan segera memperbaiki kinerja penganggulangan dan memerangi penyakit HIV. Pasalnya penyakit ini mengalami peningkatan drastis 3 kali lipat pada 2011 dibanding 2009 yakni 60 ribu berbanding 20 ribu.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Berdasarkan data yang dihimpun Kemenkes per 30 Juni 2011, ada 26.483 kasus AIDS dan 66.693 kasus HIV. Total ada 93.176 kasus atau 50 persen dari estimasi nasional (data ODHA 2011 diprediksi mencapai 210 ribu orang). Data tersebut dihimpun dari 32 provinsi dan 30 kabupaten dan kota di Indonesia.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;ldquo;Komisi IX akan terus mengawasi keseriusan Kemenkes dalam penaggulangan HIV untuk mencapai target MDG-6 melalui peningkatan sosialisasi, peningkatan akses pengobatan HIV-AIDS, implementasi program PMTCT, dan pengurangan dampak buruk pada penyalahguna NAPZA suntik atau penasun,&amp;rdquo; tegas Herlini, di Jakarta, Kamis (2/2/2012).
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Herlini melanjutkan bahwa Pemerintah harus terus meningkatkan koordinasi lintas sektor serta sistem monitoring dan evaluasi terkait penangulangan HIV/AIDS. Sehingga memerlukan koordinasi yang efektif dalam mendesain dan menerapkan strategi dan intervensi.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Lebih lanjut, berdasarkan hasil survei perubahan perilaku yang dirilis Kemenkes, sebanyak 55 persen dari keseluruhan infeksi baru HIV dan kasus AIDS disebabkan oleh hubungan seks heteroseksual, atau naik dua persen dibandingkan lima tahun lalu. Kasus transmisi seksual (termasuk heteroseksual dan lelaki dengan lelaki) mencapai angka tertinggi 57,7 % menambah jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia, disusul pengguna narkoba suntik 3,62%.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Herlini mendesak pemerintah untuk mengantisipasi pengaruh kampanye global kaum homoseksual untuk menekan penularan HIV/AIDS di kalangan mereka karena 55% inveksi baru HIV dan kasus AIDS disebabkan oleh bubungan seks heteroseksual.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Herlini juga meminta pemerintah harus lebih masif menyajikan hasil surveilan infeksi HIV/AIDS pada kelompok beresiko (pekerja seks komersial dan konsumennya, serta pelaku seks bebas). Agar semakin meningkat kesadaran masyarakat terhadap ancaman infeksi HIV/AIDS melalui transmisi heteroseksual beresiko</description>
<guid isPermaLink="false">5923@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Komisi IX Akan Awasi Keseriusan Kemenkes Tanggulangi HIV</dc:subject>
<dc:date>2012-02-06T12:33:15+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>HIV/AIDS Naik Tiga Kali Lipat, Kemenkes Diminta Tingkatkan Kinerja</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=5922</link>
<description>&lt;strong&gt;REPUBLIKA.CO.ID&lt;/strong&gt;, 03 Februari 2012 
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;JAKARTA&lt;/strong&gt; - Kementerian Kesehatan didesak meningkatkan koordinasi lintas sektoral dan monitoring pengendalian penularan HIV/AIDS yang semakin tinggi di Indonesia. Permintan itu disampaikan anggota Komisi IX DPR RI, Herlini Amran.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kemenkes harus segera memperbaiki kinerjanya terkait penanggulangan penyakit HIV/AIDS yang meningkat drastis tiga kali lipat pada tahun 2011 di bandingkan tahun 2009, yakni 60 ribu berbanding 20 ribu,&amp;quot; ujarnya di Jakarta, Jumat (3/2).
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Berdasarkan data yang dihimpun Kemenkes per 30 Juni 2011, terdapat 26.483 kasus AIDS dan 66.693 kasus HIV. Total ada 93.176 kasus atau 50 persen dari estimasi nasional. Sementara ODHA (orang dengan HIV/AIDS) 2011 diprediksi mencapai 210 ribu orang. Data tersebut dihimpun dari 32 provinsi dan 30 kabupaten dan kota di Indonesia.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sementara hasil survei perubahan perilaku yang dirilis Kemenkes menyebutkan, sebanyak 55 persen dari keseluruhan infeksi baru HIV dan kasus AIDS disebabkan oleh hubungan seks heteroseksual, atau naik dua persen dibandingkan lima tahun lalu. Kasus transmisi seksual (termasuk homoseksual) mencapai angka tertinggi 57,7 persen dan pengguna narkoba suntik 3,62 persen.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Menurut Herlini, pemerintah masih menghadapi masalah yang sama. Belum terjadi perubahan signifikan dalam penanggulangan HIV di Indonesia selama 20 tahun terakhir.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pemerintah harus terus meningkatkan koordinasi lintas sektor serta sistem monitoring dan evaluasi terkait penanggulangan HIV/AIDS ini. Diperlukan koordinasi yang efektif dalam mendesain dan menerapkan strategi dan intervensi,&amp;quot; ujarnya.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa pemerintah harus lebih masif menyajikan hasil surveilan infeksi HIV/AIDS pada kelompok beresiko seperti pekerja seks komersial dan konsumennya atau para pelaku seks bebas. Tujuan kegiatan itu agar kesadaran masyarakat semakin meningkat terhadap ancaman infeksi HIV/AIDS melalui transmisi heteroseksual beresiko.</description>
<guid isPermaLink="false">5922@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>HIV/AIDS Naik Tiga Kali Lipat, Kemenkes Diminta Tingkatkan Kinerja</dc:subject>
<dc:date>2012-02-06T12:28:50+07:00</dc:date>
</item>

</channel>
</rss>

