<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>
<rss version="2.0" 
  xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
  xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
  xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
  xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#">

<channel>
<title>Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community</title>
<link>http://www.aids-ina.org</link>
<description>Sharing Knowledge and Facilitating Network for HIV and AIDS in Indonesia</description>
<dc:language>en-us</dc:language>
<dc:creator>administrator@aids-ina.org</dc:creator>
<dc:date>2010-02-09T22:31:08+07:00</dc:date>

<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
<sy:updateBase>2010-02-09T22:31:08+07:00</sy:updateBase>

<image>
<title>Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community</title>
<link>http://www.aids-ina.org</link>
<url>http://www.aids-ina.org/files/images/AIDsina.jpg</url>
<width>160</width>
<height>160</height>
<description>Sharing Knowledge and Facilitating Network for HIV and AIDS in Indonesia</description>
</image>
<item>
<title>Mantan Pecandu: Korban Butuh Rehabilitasi, Bukan Dipenjara!</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=2823</link>
<description>&lt;strong&gt;Berita Jatim&lt;/strong&gt;, 08 Februari 2010&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Reporter : Rahardi Soekarno J.
&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Surabaya (beritajatim.com) - Puluhan pecandu narkotika psikotropika dan zat adiktif lain (Napza) menggeruduk gedung DPRD Jatim, Jl Indrapura Surabaya, Senin (8/2/2010). Mereka yang mengatasnamakan Persatuan Korban Napza Indonesia dan East Java Action mendesak dewan segera menerbitkan rancangan peraturan daerah (raperda) perlindungan korban Napza.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pengguna atau pecandu hanyalah korban dari masih bebasnya para bandar dan produsen memproduksi napza. Harusnya penegak hukum menangkap bandar dan produsenya. Kenyataannya terbalik, pecandu ditangkap sedangkan bandar dilindungi,&amp;quot; kata Koordinator Aksi Syamsul Arifin kepada wartawan.</description>
<guid isPermaLink="false">2823@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Mantan Pecandu: Korban Butuh Rehabilitasi, Bukan Dipenjara!</dc:subject>
<dc:date>2010-02-09T13:02:24+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Jatim Segera Miliki Perda Anti Napza</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=2822</link>
<description>&lt;strong&gt;Berita Jatim&lt;/strong&gt;, 08 Februari 2010&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Reporter : Rahardi Soekarno J.
&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Surabaya (beritajatim.com) - Setelah digeruduk puluhan mantan pecandu narkoba dari Persatuan Korban Napza Indonesia dan East Java Action, Komisi A DPRD Jatim keder juga.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Mereka berjanji akan mendiskusikan tuntutan pembuatan raperda tentang pengurangan dampak buruk penggunaan narkoba. Diskusi ini melibatkan para tim ahli, LSM bergerak di bidang narkoba dan HIV/AIDS serta kepolisian.</description>
<guid isPermaLink="false">2822@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Jatim Segera Miliki Perda Anti Napza</dc:subject>
<dc:date>2010-02-09T12:50:22+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Tahanan Poltabes Mengaku Idap HIV</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=2821</link>
<description>&lt;strong&gt;Tribun Kaltim&lt;/strong&gt;, 08 Februari 2010&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SAMARINDA &amp;ndash; Salah seorang tahanan Poltabes Samarinda, Ali Gusman, mengaku terkena penyakit menular mematikan, HIV AIDS. Pengakuan itu membuat heboh penghuni tahanan yang lain merasa ketakutan terjangkit penyakit tersebut, Senin (8/2).
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Polisi yang mengetahui kejadian ini, segera membawa Ali ke Rumah Sakit Umum AW Sjahranie untuk pemeriksaan medis. Ia dikawal ketat dua anggota polisi. Usai pemeriksaan, Ali dikembalikan ke ruang tahanan dengan tempat yang terpisah dari penghuninya.</description>
<guid isPermaLink="false">2821@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Tahanan Poltabes Mengaku Idap HIV</dc:subject>
<dc:date>2010-02-09T12:47:33+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Guru Harus Kontrol Pelajar dari Pengaruh Narkoba</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=2820</link>
<description>&lt;strong&gt;Serambi News&lt;/strong&gt;, 08 Februari 2010&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
LANGSA - Penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah, bermula masih kurangnya kontrol yang dilakukan oleh pihak guru terhadap anak didiknya. Karena itu sosialalisasi dan pemahaman bahaya narkoba dan penggalangan ketahanan sekolah terhadap perlawanan praktek jual beli narkoba dan budaya hidup sehat, harus diterapkan di sekolah.</description>
<guid isPermaLink="false">2820@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Guru Harus Kontrol Pelajar dari Pengaruh Narkoba</dc:subject>
<dc:date>2010-02-09T12:42:03+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Enam Pengidap HIV/AIDS di Lumajang Meninggal</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=2819</link>
<description>&lt;strong&gt;Tempo Interaktif&lt;/strong&gt;, 08 Februari 2010&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TEMPO Interaktif, Lumajang - Enam orang pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Lumajang meninggal dunia setahun terakhir ini. Padahal, dalam setahun ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang menemukan delapan orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Temuan ODHA dalam lima tahun terakhir ini cenderung meningkat. Tahun 2005 ditemukan lima ODHA dan pada tahun tersebut kelimanya meninggal dunia. Pada tahun 2006 ditemukan empat ODHA, tiga di antaranya meninggal. Tahun 2007, lima ODHA ditemukan, empat di antanya meninggal. Pada 2008 ditemukan delapan ODHA dan dua di antaranya meninggal dunia. Sementara itu, 2009 lalu ditemukan delapan ODHA dan enam meninggal.</description>
<guid isPermaLink="false">2819@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Enam Pengidap HIV/AIDS di Lumajang Meninggal</dc:subject>
<dc:date>2010-02-09T12:35:58+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Tolak Kriminalisasi Pengguna Narkotika</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=2818</link>
<description>&lt;strong&gt;Kompas.Com&lt;/strong&gt;, 08 februari 2010&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Laporan wartawan KOMPAS Kris R Mada
&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
SURABAYA, KOMPAS.com - Massa yang menamakan dirinya Persatuan Korban Napza (Narkotika, Psikotropika, dan zat adiktif lainnya) berunjuk rasa di DPRD Jawa Timur, Surabaya, Senin (8/2/2010). Mereka menyuarakan penolakan kriminalisasi pengguna narkotika.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dalam orasinya, mereka menilai selama ini pemberantasan narkotika lebih banyak untuk memenjarakan para pengguna. Sejak 1997 hingga 2008, sekitar 128.000 pengguna dipenjara. Sebaliknya, ada sekitar 43.000 pengedar dan 3.500 produsen narkotika di penjara.</description>
<guid isPermaLink="false">2818@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Tolak Kriminalisasi Pengguna Narkotika</dc:subject>
<dc:date>2010-02-09T11:55:47+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>KNPI dan KPAD Badung Gelar Sosialisasi HIV/AIDS</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=2817</link>
<description>&lt;strong&gt;Bisnis Bali&lt;/strong&gt;, 08 Februari 2010&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badung (BisnisBali) &amp;ndash; Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Badung bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Badung menggelar sosialisasi bahaya HIV/AIDS dan narkoba bagi siswa-siswi SMA/SMK se-Kecamatan Mengwi. Pelaksanaannya dipusatkan di SMAN 1 Mengwi, Sabtu (6/2).</description>
<guid isPermaLink="false">2817@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>KNPI dan KPAD Badung Gelar Sosialisasi HIV/AIDS</dc:subject>
<dc:date>2010-02-09T11:14:21+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Kebonwaru Buka Klinik HIV/AIDS</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=2816</link>
<description>&lt;strong&gt;Koran SINDO&lt;/strong&gt;, 08 Februari 2010&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BANDUNG (SI) &amp;ndash; Untuk menanggulangi ketergantungan obat-obatan terlarang seperti narkotika yang dialami warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kebonwaru, Jalan Jakarta, Kota Bandung,mulai hari ini resmi dibuka klinik layanan terapi metadon. 
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Keberadaan klinik ini diharapkan bisa membantu mengurangi risiko penularan HIV/AIDS yang biasa terjadi dalam rutan maupun lembaga pemasyarakatan (LP), terlebih yang menampung narapidana dan tahanan kasus narkoba. Koordinator Klinik Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM) Kebonwaru dr Anna Amaliana mengatakan, risiko penularan HIV/AIDS melalui jarum suntik sangat besar di rutan,yang mana jarum suntik steril sulit ditemukan. &amp;rdquo;Proses pemberian metadon itu panjang, data pasien juga rahasia. Jadi, penjajakan akan dilakukan terlebih dulu,&amp;rdquo; ujar Anna saat dihubungi Seputar Indonesia, kemarin.</description>
<guid isPermaLink="false">2816@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Kebonwaru Buka Klinik HIV/AIDS</dc:subject>
<dc:date>2010-02-09T11:09:40+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Sebuah Empati pada Kaum Hawa</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=2815</link>
<description>&lt;strong&gt;Koran SINDO&lt;/strong&gt;, 06 Februari 2010&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;ldquo;MENCEGAHlebih baik daripada mengobati.&amp;rdquo; Kalimat ini sangat tepat menggambarkan kegiatan Luh Putu Upadisari dalam mencegah penularan penyakit menular seksual.Apalagi saat ini penyakit itu sangat dekat dan mudah menimpa siapa pun. 
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sebagai seorang dokter, Sari&amp;ndash;&amp;ndash;begitu Luh Putu Upadisari biasa disapa&amp;ndash;&amp;ndash; mempunyai kepedulian pada peningkatan kesehatan seksual dan reproduktif perempuan, khususnya yang berpenghasilan rendah.Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas kesehatan itu adalah dengan menerima layanan kesehatan dan pendidikan berkualitas di daerah yang berada di sekitarnya. Untuk mewujudkan hal itu, Sari menyediakan tempat dan waktu bagi pedagang perempuan yang biasanya terpinggirkan di pasar tradisional. </description>
<guid isPermaLink="false">2815@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Sebuah Empati pada Kaum Hawa</dc:subject>
<dc:date>2010-02-09T11:01:39+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Diah: Berdayakan Keluarga, Perangi Narkoba</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=2814</link>
<description>&lt;strong&gt;Bengkulu Ekspress&lt;/strong&gt;, 06 Februari 2010&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PKK sebagai mitra pemerintah harus mengembangkan pemberdayaan itu agar setiap keluarga dimungkinkan memiliki daya tahan dalam mencegah pengaruh luar yang tidak kondusif.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Hal itu disampaikan Ketua TP PPK Prov Bengkulu Ny Hj Diah Nurwiyanti Agusrin SH MH dalam sambutannya sebelum menurunkan tim supervisi ke PKK Kabupaten Lebong, Jumat (5/2). Hadir dalam acara itu, Wakil Ketua TP PKK Ny Elza Septareni Syamlan dan Ketua TP PKK Lebong Ny Euis Kulsum Dalhadi dan ibu-ibu Ketua TP PKK kecamatan se Kabupaten Lebong. </description>
<guid isPermaLink="false">2814@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Diah: Berdayakan Keluarga, Perangi Narkoba</dc:subject>
<dc:date>2010-02-09T10:53:58+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Satu Bulan, Temukan 10 Penderita HIV/AIDS Baru</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=2813</link>
<description>&lt;strong&gt;Berita Jatim&lt;/strong&gt;, 06 Februari 2010&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Reporter : Nanang Masyhari
&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kediri (beritajatim.com) – Penyebaran virus HIV/AIDS di Kota Kediri sangat tinggi. Bayangkan, dalam kurun waktu satu bulan, sebanyak 10 orang penderita baru berhasil ditemukan. Mereka lebih banyak dari kalangan Pekerja Seks Komersial (PSK)
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Peningkatan kasus penyakit kelamin mematikan (HIV/AIDS) ini diungkapkan oleh Koordinator Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Kota Kediri Yulianto.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&quot;Kita temukan penderita baru di bulan Januari 2010 ini sekitar 10 orang penderita. Tapi selengkapnya, data itu masih berada pada anggota yang di lapangan,&quot; kata Yulianto, Sabtu (6/2/2010)</description>
<guid isPermaLink="false">2813@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Satu Bulan, Temukan 10 Penderita HIV/AIDS Baru</dc:subject>
<dc:date>2010-02-09T10:00:58+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title> KPA Kediri Siap Bagikan Kondom Perempuan ke PSK</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=2812</link>
<description>&lt;strong&gt;Surya Online&lt;/strong&gt;, 05 Februari 2010&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jumat, 5 Februari 2010 | 17:27 WIB | &lt;strong&gt;Posts by: Sugeng Wibowo&lt;/strong&gt; | Kategori: Berita Terkini, Mataraman
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
KEDIRI | SURYA Online - Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Kota Kediri, Jawa Timur (Jatim), akan membagikan kondom untuk perempuan di wilayahnya secara gratis. Tujuannya, untuk menekan penularan penyakit menular seksual dan menjaga kesehatan reproduksi perempuan.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Koordinator KPAD Kota Kediri Yulianto, Jumat (5/2/2010), mengatakan, sasaran pembagian kondom perempuan ini adalah masyarakat yang memiliki perilaku berisiko tinggi terhadap penyakit menular seksual. Mereka adalah para pekerja seks komersial (PSK) baik yang berada di lokalisasi maupun yang berkeliaran di jalan.</description>
<guid isPermaLink="false">2812@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject> KPA Kediri Siap Bagikan Kondom Perempuan ke PSK</dc:subject>
<dc:date>2010-02-09T09:57:38+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>300 PSK di Bandung Terinfeksi HIV</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=2811</link>
<description>&lt;strong&gt;Galamedia&lt;/strong&gt;, 06 Februari 2010&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Data dari Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia
&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
SOEKARNO-HATTA,(GM)-
&lt;br /&gt;
Dari 2.000 pekerja seks komersial (PSK) di Kota Bandung, sekitar 15% atau 300 orang di antaranya terinfeksi HIV/AIDS. Sebagian besar dari mereka yang terjangkit HIV/AIDS masih aktif menjalankan profesinya.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Berdasarkan data terakhir tahun 2009 dari Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), di Kota Bandung tercatat sekitar 2.000 PSK lebih dan 15% di antaranya mengidap HIV/AIDS,&amp;quot; ungkap koordinator lapangan sekaligus konselor HIV/AIDS PKBI Jabar, Rudi saat ditemui di kantor PKBI Jabar, Jln. Soekarno-Hatta, Jumat (5/2). </description>
<guid isPermaLink="false">2811@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>300 PSK di Bandung Terinfeksi HIV</dc:subject>
<dc:date>2010-02-08T12:28:00+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Bupati Mamuju Utara Ketua Komisi Penanggulangan HIV Sulbar</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=2810</link>
<description>&lt;strong&gt;Tribun Timur&lt;/strong&gt;, 05 Februari 2010&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Laporan: Ruslan Amrullah. tribuntimurcom@yahoo.com
&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
MAMUJU, TRIBUN-TIMUR.COM - Bupati Mamuju Utara dilantik menjadi Ketua Komisi Penanggulangan HIV/AIDS siang tadi di Kantor Bupati Mamuju Utara.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sedangkan Wakil Bupati Maros Ambo Djiwa menjadi ketua harian. Wagub Sulbar Amri Sanusi yang juga ketua tingkat provinsi yang dijadwalkan untuk melantik, tapi karena pada saat bersamaan ada acara di Polman, ia diwakili oleh sekretaris komisi penanggulangan HIV/AIDS Sulbar, Samiran.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada acara ini juga diadakan penandatanganan dukungan media terhadap penanggulangan AIDS di Sulbar. (*)</description>
<guid isPermaLink="false">2810@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Bupati Mamuju Utara Ketua Komisi Penanggulangan HIV Sulbar</dc:subject>
<dc:date>2010-02-08T12:25:30+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>41 Warga SBD mengidap HIV/AIDS</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=2809</link>
<description>&lt;strong&gt;Pos Kupang&lt;/strong&gt;, 05 Februari 2010&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAMBOLAKA, POS KUPANG.COM --- Saat ini jumlah pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) sebanyak 41 orang, tersebar di delapan kecamatan di kabupaten itu. Pengidap terbanyak berada di Kodi Utara, yakni 15 orang, disusul Loura sebanyak 11 orang.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Demikian penjelasan Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda SBD, Drs. Norbertus Dus kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (3/2/2010). Bagian Kesra bertugas menangani pembentukan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS di SBD.</description>
<guid isPermaLink="false">2809@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>41 Warga SBD mengidap HIV/AIDS</dc:subject>
<dc:date>2010-02-08T12:23:09+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Hendra Diusir ke Sukabumi</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=2808</link>
<description>&lt;strong&gt;Koran SINDO&lt;/strong&gt;, 04 Februari 2010&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
GARUT(SI) &amp;ndash; Hendra,27, warga Kampung Dukuh, Desa Pananjung,Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut,harus menerima kenyataan pahit. 
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pemuda ini diusir dari tempat tinggalnya oleh warga dan keluarganya sendiri,karena mengidap HIV/AIDS. Hendra yang menjalani perawatan di RSUD dr Slamet Garut sejak 19 Oktober 2009 lalu,mulai kemarin diungsikan ke Sukabumi. Ditemui di Ruang Zamrud RSUD dr Slamet Garut sebelum diungsikan ke Sukabumi kemarin, Hendra mengaku bingung dan frustrasi. </description>
<guid isPermaLink="false">2808@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Hendra Diusir ke Sukabumi</dc:subject>
<dc:date>2010-02-05T10:19:52+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Balita Penderita HIV Dikucilkan</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=2807</link>
<description>&lt;strong&gt;Koran SINDO&lt;/strong&gt;, 04 Februari 2010&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BREBES (SI) - Sudah jatuh tertimpa tangga. Peribahasa dialami Fs,seorang balita berusia 2,6 tahun yang divonis mengidap virus HIV oleh dokter di RSUD Kardinah.Dia dikucilkan oleh lingkungannya.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Anak-anak tetangga dari keluarga miskin di Kecamatan/Kabupaten Brebes ini enggan berbaur dengan keluarga karena khawatir tertular penyakit tersebut. Putri pertama pasangan Ar, 30, dan Uk, 23, kini hanya dibiarkan berbaring di kamar rumahnya yang sangat sederhana. Ibunda Fs, UK menuturkan, sejak anaknya ke luar dari RSUD Brebes, para tetangga yang sebelumnya sering menengok Fs kini mulai menjaga jarak.</description>
<guid isPermaLink="false">2807@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Balita Penderita HIV Dikucilkan</dc:subject>
<dc:date>2010-02-05T10:17:06+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Puskesmas di Karawang Layani ODHA</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=2806</link>
<description>&lt;strong&gt;Liputan 6&lt;/strong&gt;, 04 Februari 2010&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liputan6.com, Karawang: Lima dari 46 Puskesmas di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, telah bisa melayani pasien penderita HIV/AIDS atau orang dengan HIV/AIDS (ODHA) untuk berobat rawat jalan. &amp;quot;Lima Puskesmas itu sudah lama melayani ODHA, karena hanya petugas mereka yang memiliki SDM memadai,&amp;quot; kata Kepala Dinas Kesehatan Karawang, Asep Hidayat Lukman di Karawang, Kamis (4/3).
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kelima Puskesmas itu ialah Puskesmas Karawang, Cikampek, Pedes, Tempuran, dan Puskesmas Cilamaya. Selain di Puskesmas, ODHA di Karawang juga bisa dilayani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang dan empat rumah sakit swasta. Dikatakannya, di antara pelayanan yang diberikan berbentuk pendampingan dan pemberian nutrisi kekebalan tubuh.</description>
<guid isPermaLink="false">2806@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Puskesmas di Karawang Layani ODHA</dc:subject>
<dc:date>2010-02-05T10:14:25+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Antisipasi HIV/AIDS, Pemkab Malang Gerojok Rp 500 Juta</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=2805</link>
<description>&lt;strong&gt;Berita Jatim&lt;/strong&gt;, 04 Februari 2010&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;
Reporter : Brama Yoga Kiswara
&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Malang (beritajatim.com) - Tingginya angka penderita HIV/AIDS di Kabupaten Malang, disikapi serius oleh pemerintah setempat. Rencananya, Pemerintah Kabupaten Malang akan menganggarkan Rp500 juta untuk Komite Penanggulangan HIV/AIDS (KPA).
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;rdquo;Anggaran sebanyak itu untuk non penanganan medis saja bagi penderita HIV/AIDS. Artinya, untuk hal-hal non medis termasuk penyuluhan serta pencegahan terjadinya HIV/AIDS, &amp;rdquo; terang Sekretaris KPA Kabupaten Malang, Adi Purwanto, Kamis (04/02/2010) pada wartawan.</description>
<guid isPermaLink="false">2805@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Antisipasi HIV/AIDS, Pemkab Malang Gerojok Rp 500 Juta</dc:subject>
<dc:date>2010-02-05T10:11:51+07:00</dc:date>
</item>

<item>
<title>Balita Penderita HIV Dikucilkan</title>
<link>http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=2804</link>
<description>&lt;strong&gt;OkeZone.Com&lt;/strong&gt;, 04 Februari 2010&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BREBES - Sudah jatuh tertimpa tangga. Peribahasa itu sepertinya cukup tepat untuk menggambarkan kondisi Fs (2 tahun 6 bulan), seorang balita dari keluarga miskin di Kecamatan/ Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang positif terjangkit HIV.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sejak resmi divonis penyakit HIV oleh dokter di RSUD Kardinah, Fs dikucilkan dari lingkungan masyarakat desa setempat. Tetangga korban enggan berbaur dengan keluarga Fs karena khawatir tertular penyakit tersebut.</description>
<guid isPermaLink="false">2804@http://www.aids-ina.org</guid>
<dc:subject>Balita Penderita HIV Dikucilkan</dc:subject>
<dc:date>2010-02-05T10:09:33+07:00</dc:date>
</item>

</channel>
</rss>
